KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menyoroti lemahnya sistem kerja petugas kebersihan setelah menemukan masih banyak sampah menumpuk di pinggir jalan pada waktu subuh.
“Sayakan biasa jalan setelah salat subuh begitu, masih banyak saya liat ada sampah sudah menumpuk tapi tidak ada petugas kebersihannya, artinya ini sampah ada yang tidak diangkut dibiarkan saja,” kata Appi, Jumat (13/02).
Katanya, setelah temuan tersebut penataan ulang sistem kerja menjadi langkah mendesak yang harus segera dilakukan.
“Ngerinya, ini yang menurut saya sehingga yang paling pertama tugas-tugas petugas kebersihan itu harus ditata ulang sistem-sistemnya,” tegasnya.
Appi mengaku kerap memantau langsung kondisi kota pada dini hari. Namun ia jarang melihat aktivitas pengangkutan sampah oleh petugas di lapangan.
“ini menang benar adanya, karena setiap saya pergi keluar subuh-subuh tidak pernah saya bertemu dengan petugas kebersihan yang mengangkut kantong-kantong plastik yang menumpuk di pinggir jalan, jadi kita perlu melihat persoalan ini,” ujarnya.
Selain pembenahan sistem, ia juga memperkuat gerakan kebersihan berbasis wilayah. Program Jumat Bersih kini diwajibkan hingga ke level paling bawah pemerintahan.
“Jumat Bersih ini menjadi mandatory yang harus dilaksanakan sampai ke RT di bawah setiap hari Jumat. Semua sampai di tingkat RT melakukan kegiatan bersih bersama warga apapun itu bentuknya. Jadi tolong camat dipastikan ini,” katanya memberi instruksi.
Ia turut meminta seluruh SKPD menjaga kebersihan kawasan kantor masing-masing. Bahkan, sekolah dasar dan menengah diwajibkan ikut menjalankan kegiatan bersih setiap Jumat.
“Sekolah-sekolah juga harus, SD, SMP ini harus melakukan kegiatan yang sama di setiap hari Jumat. Tidak satu pun kelompok masyarakat yang tidak ada di dalam proses pembersihan kota. Ini harus jaga,” tegas Appi.
Tak hanya lingkungan permukiman, Appi juga menyoroti penataan taman kota yang dinilai perlu penanggung jawab khusus agar perawatannya lebih optimal.
“Masalah taman, kita atur ulang untuk ada orang yang bertanggung jawab terhadap semua taman. Kalau bisa dipihak-ketigakan, pihak-ketigakan saja,” jelasnya.
Pemerintah Kota Makassar menargetkan penataan ulang sistem kebersihan, pelibatan warga, serta penguatan tanggung jawab lintas sektor dapat mempercepat penanganan persoalan sampah dan menjaga wajah kota tetap bersih.
“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, kita harus sama-sama menyelesaikan,” pungkasnya.














