kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kementerian Kelautan dan Perikanan Ungkap Pesawat ATR Hilang Kontak Saat Patroli

Kementerian Kelautan dan Perikanan Ungkap Pesawat ATR Hilang Kontak Saat Patroli
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu memberikan keterangan di kantor Basarnas (Foto : Dwiki Luckianto Septiawan KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, turut melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat tersebut diketahui merupakan armada sewaan KKP yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengawasan udara di sektor kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, membenarkan bahwa pesawat yang hilang kontak tengah menjalankan misi rutin pengawasan saat kejadian. Dalam keterangannya di Kantor Basarnas Makassar, Jalan Bandara Baru Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sabtu (17/1), Haeru menjelaskan bahwa keberadaan pesawat sewaan menjadi bagian dari strategi KKP untuk memperkuat pemantauan wilayah perairan.

Menurut Haeru, pengawasan udara menjadi pelengkap dari patroli laut yang selama ini dilakukan menggunakan kapal. Pesawat digunakan untuk memantau aktivitas perikanan, wilayah budidaya, serta mendukung pengawasan sumber daya kelautan agar tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pesawat itu memang kami sewa untuk mendukung pengawasan rutin dari udara. Selain kapal, kami juga memanfaatkan sarana udara agar pengawasan bisa lebih luas dan cepat,” ujar Haeru dalam doorstop konferensi pers.

Dalam penerbangan tersebut, terdapat tiga orang penumpang dari KKP, sementara sisanya merupakan kru pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport. Haeru menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait sejak menerima informasi hilangnya kontak pesawat dari AirNav Makassar.

KKP memastikan tetap memantau perkembangan pencarian dan siap memberikan dukungan penuh bagi operasi SAR yang tengah dilakukan tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas di lapangan.

error: Content is protected !!