kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Appi Ajak Wamenlu Nikmati Wisata Pinisi, Dorong Pengembangan Pariwisata Bahari

Appi Ajak Wamenlu Nikmati Wisata Pinisi, Dorong Pengembangan Pariwisata Bahari
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat Menjamu Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta diatas Kapal Pinisi (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau biasa disapa Appi, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham saat menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, Senin (17/11).

Dengan suguhan kuliner khas Makassar yang tersohor kelezatannya, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen memperkenalkan kekayaan budaya dan keramahan kota Daeng.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, yang berkesempatan menikmati langsung pengalaman wisata bahari Kota Makassar.

Dalam jamuan santai di atas kapal Pinisi milik Pemerintah Kota Makassar, Appi nama karibnya memperkenalkan bahwa kapal yang digunakan tersebut bukan hanya fasilitas wisata, tetapi juga simbol penggerak untuk mendorong pihak swasta ikut mengembangkan potensi wisata bahari di Kota Daeng.

“Pinisi ini adalah milik pemerintah kota, dan kami berharap bisa menjadi pemicu bagi sektor swasta untuk ikut berpartisipasi mengembangkan kegiatan wisata di Makassar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah ada sekitar delapan kapal Pinisi yang beroperasi setiap hari, dan Pemkot terus berupaya memaksimalkan pengelolaan wisata Pinisi agar semakin menarik minat wisatawan.

Appi juga menyinggung keindahan sunset Makassar yang menjadi daya tarik utama.

“Tidak banyak kota di dunia yang punya sunset seperti di sini. Sayangnya, hari ini kita sedikit terlambat, jadi tidak bisa melihat secara maksimal. Seharusnya kita datang 15 menit lebih cepat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu, apalagi memasuki musim hujan, membuat momen sunset cerah lebih sulit didapatkan. Meski begitu, suasana pelayaran tetap hangat dan berkesan.

Appi kemudian mengingatkan bahwa masyarakat Makassar sangat beruntung memiliki gugusan Pulau Spermonde yang luar biasa indah dan tak dimiliki banyak kota lain, baik di Indonesia maupun dunia.

“Alhamdulillah hari ini cuaca sangat mendukung, mudah-mudahan kita bisa menikmati pelayaran ini,” ucapnya.

Di hadapan Wamen, Appi juga berbagi cerita menarik mengenai Pinisi sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO. Menurutnya, Pinisi menyimpan kisah panjang yang unik sekaligus membanggakan.

Mantan Bos PSM itu menambahkan, bahwa proses pembuatan Pinisi dilakukan tanpa menggunakan paku besi untuk menyatukan kayu-kayunya.

Semua konstruksinya merupakan mahakarya para pengrajin dari Tanah Beru, Bulukumba, yang telah mewarisi teknik bernavigasi dan membangun kapal secara turun-temurun.

“Pinisi adalah karya yang tak ternilai. Teknologinya sangat tinggi, meski dibuat di sebuah kampung di Bulukumba,” tuturnya.

“Ini simbol perjuangan para pelaut kita yang dulu mengarungi luasnya samudera dengan Pinisi,” tambah Appi.

Appi berharap Wamen Luar Negeri dapat menikmati pengalaman berlayar dan suasana senja di laut Losari.

“Silakan menikmati sunset di Makassar, Pak Wamen. Mudah-mudahan membawa kesan baik bagi kita semua, khususnya bagi Kota Makassar dengan kehadiran Bapak sore ini,” tutupnya.

Sedangkan, Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta, mengapresiasi potensi wisata bahari Kota Makassar yang dinilai memiliki kekuatan cerita dan kekayaan budaya yang unik, namun belum banyak dipromosikan secara maksimal ke dunia internasional.

Anis Matta menuturkan bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang luar biasa, termasuk Pinisi, namun masih kurang dalam kemampuan menceritakan keunggulannya kepada dunia.

“Saya ke banyak negara-negara Islam yang disibukkan birokrasi, dan setiap kali saya bercerita tentang Pinisi, saya selalu bilang bahwa ini dari kampung saya,” tururnya.

“Banyak orang di luar penasaran dengan Indonesia yang kaya warisan budaya, tapi sedikit sekali yang diceritakan kepada mereka,” lanjut politisi Partai Gelora itu.

Menurut Anis, Indonesia adalah bangsa yang cenderung inward looking, sehingga tidak terbiasa mempromosikan dirinya sendiri secara agresif seperti negara-negara kecil di Timur Tengah.

Ia mencontohkan Qatar yang memiliki penduduk asli hanya sekitar 350 ribu jiwa, namun dikenal oleh hampir seluruh dunia karena memiliki instrumen komunikasi yang kuat.

“Kita perlu instrumen untuk bercerita. Pemandangan seperti ini, sunset seperti ini, adalah aset luar biasa. Tapi cerita tentang kota ini masih sangat sedikit disampaikan ke dunia luar,” tambahnya.

Ia juga membandingkan persepsi publik yang sering kagum terhadap bandara besar negara lain seperti Turki atau Uni Emirat Arab.

Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki banyak bandara besar yang tidak kalah megah, termasuk Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.

Anis menegaskan bahwa inti dari pariwisata bukan hanya keindahan alam, tetapi cerita yang menyertainya.

Salah satunya adalah sejarah dan filosofi kapal Pinisi, kapal tradisional Sulawesi Selatan yang kini telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Cerita tentang Pinisi ini adalah cerita penemuan teknologi luar biasa dari nenek moyang kita sebagai bangsa bahari. Tapi sekali lagi, kita jarang menceritakannya kepada orang di luar,” pungkasnya.

error: Content is protected !!