kabarbursa.com
kabarbursa.com

Makassar Krisis Lahan Perkuburan, Appi Cek Lokasi Baru di Maros

Makassar Krisis Lahan Perkuburan, Appi Cek Lokasi Baru di Maros
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat Meninjau Lahan Kuburan di Maros (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar mulai mengambil langkah serius menghadapi krisis lahan pekuburan yang kian mengkhawatirkan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), meninjau langsung lahan alternatif yang berpotensi dijadikan lokasi pekuburan baru bagi warga Makassar di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (16/11).

Kunjungan ini turut dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam, Anggota DPRD Kota Makassar, Muhlis Misbah serta Kepala Bagian Kesra Pemkot Makassar, Mohammad Syarief.

Peninjauan ini dilakukan menyusul semakin menipisnya kapasitas sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang selama ini menjadi lokasi pemakaman warga Makassar.

Appi menegaskan, pemerintah tidak bisa menunggu hingga lahan benar-benar habis, melainkan harus bergerak cepat menyiapkan opsi baru yang layak dan memenuhi standar.

“Kita tahu kuota pekuburan di Kota Makassar semakin hari semakin menipis. Karena itu kita harus mencari alternatif lokasi yang lebih proper. Hari ini kita melihat salah satu opsi yang mudah-mudahan bisa menjadi solusi,” ujar Appi.

Menurut Appi, kerja sama antar pemerintah daerah menjadi kunci dalam penanganan persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Ia menjelaskan bahwa lokasi di Maros dipertimbangkan karena memiliki kontur lahan yang memungkinkan dikembangkan sebagai area pekuburan umum berskala besar.

Pemerintah Kota Makassar disebut akan melakukan kajian lebih lanjut terkait kelayakan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, aksesibilitas, serta aspek lingkungan sebelum menetapkan keputusan final.

“Kami tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan layanan pemakaman hanya karena keterbatasan ruang. Ini layanan dasar yang harus dipenuhi. Kerja sama dengan Kabupaten Maros bisa menjadi langkah strategis,” kata Appi.

Sebelumnya, eks Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdy Mochtar, mengungkapkan bahwa sejumlah pekuburan di Makassar sudah penuh, sehingga pemakaman menjadi tantangan serius.

“Saat ini, kami sering menanyakan kepada warga apakah keluarga mereka sebelumnya sudah pernah dimakamkan. Jika ada, maka biasanya dilakukan penumpukan atau penguburan ganda sebagai solusi jangka pendek,” ujar Ferdy, Selasa (07/01).

Beberapa pemakaman yang tersedia di Makassar antara lain Pemakaman Sudiang, Pemakaman Islam Baroanging, Pemakaman Islam Panaikang, Pekuburan Kristen Panaikang, Pekuburan Kristen Pannara, dan Pemakaman Islam Dadi. Bahkan, dari keenam lokasi tersebut, Pemakaman Maccini sudah resmi ditutup karena penuh.

Menurut Ferdy, Pemakaman Sudiang diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal dalam waktu 1 hingga 1,5 bulan ke depan. Sementara itu, Pemakaman Islam Paropo dan Baroanging masih bisa digunakan, meskipun kapasitasnya juga terbatas.

“Pekuburan Islam Paropo masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan, tetapi tidak sampai tahunan. Sedangkan di Baroanging, rata-rata kuburan yang sudah lebih dari 50 tahun dan tidak lagi dikunjungi sanak keluarga menjadi opsi untuk dimanfaatkan kembali,” jelasnya.

Ferdy menambahkan bahwa situasi menjadi semakin kompleks jika ada warga yang tidak memiliki keluarga untuk mengurus pemakaman atau dalam kondisi darurat, seperti korban kecelakaan yang tidak diketahui keluarganya.

“Dari sisi kemanusiaan, Pemkot tetap memberikan pelayanan pemakaman. Namun, pengadaan lahan pemakaman menjadi hal yang sangat prioritas saat ini,” tegasnya.

error: Content is protected !!