KabarMakassar.com — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe, mengumpulkan seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel untuk membahas berbagai isu strategis, termasuk wacana penggunaan hak angket terkait proyek di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Pertemuan berlangsung di ruang Fraksi Golkar DPRD Sulsel, dengan kehadiran penuh 14 legislator Golkar, di Ruang Fraksi Gedung DPRD Sulsel, Kamis (14/08).
Taufan, yang juga Anggota Komisi II DPR RI, menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ajang edukasi dan transformasi bagi anggota fraksi agar mampu menjalankan fungsi sebagai mitra kritis pemerintah daerah.
“Saya selalu menyemangati anggota fraksi agar betul-betul menjadi mitra eksekutif, tapi secara kritis. Sikap kritis itu berarti mampu menilai setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Sulsel dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jumat (15/08).
Sejumlah pandangan disampaikan anggota fraksi, di antaranya Kadir Halid dan Andi Patarai. Taufan memastikan bahwa Fraksi Golkar tetap berada pada jalur yang tepat dalam memposisikan diri di DPRD Sulsel.
“Golkar masih on the track, masih wajar-wajar saja. Kami berkomitmen secara rutin bertemu untuk evaluasi dan monitoring kerja kedewanan, termasuk output dan outcome-nya,” jelasnya.
Mengenai wacana hak angket CPI, Taufan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hak konstitusional DPRD yang pelaksanaannya membutuhkan dukungan lebih dari satu fraksi.
“Hak angket ini instrumennya cukup rumit. Tidak boleh hanya Golkar saja, tapi harus ada bobot jumlah anggota dewan dan fraksi yang mendukung. Kalau substansinya jelas, Golkar harus melibatkan diri, tapi ada prosesnya,” paparnya.
Ia menekankan perlunya kajian mendalam sebelum mengambil sikap, termasuk memastikan kebenaran formil dan materiil. Taufan bahkan menantang anggota fraksinya untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan.
“Jangan hanya melihat dokumen. Saya tantang teman-teman fraksi untuk cari kebenaran materiil, on the spot. Bahkan saya undang ke Komisi II kalau dibutuhkan,” tegasnya.
Pertemuan internal ini menjadi sinyal bahwa Golkar Sulsel terus memantau perkembangan isu-isu strategis daerah, sekaligus mempersiapkan langkah politik yang terukur dan berbasis kajian.














