kabarbursa.com
kabarbursa.com

Saling Klaim Ketum PPP: Mardiono vs Agus Suparmanto

Saling Klaim Ketum PPP: Mardiono vs Agus Supirmanto
Muhammad Mardiono dan Agus Supirmanto, (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali mencuat setelah Muktamar X yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/09) malam.

Alih-alih menjadi momentum konsolidasi, forum tertinggi partai berlambang Ka’bah itu justru melahirkan dua klaim berbeda soal siapa yang sah memimpin PPP lima tahun ke depan.

Di satu sisi, pimpinan sidang muktamar Amir Uskara mengumumkan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP terpilih secara aklamasi. Disisi berbeda, Mantan Sekjen PN, Nasrullah, menegaskan bahwa yang sah terpilih dalam Muktamar X adalah Agus Suparmanto, bukan Mardiono.

Amir Uskara menyebut, sebanyak 1.304 muktamirin pemilik hak suara yang hadir sepakat mendukung Mardiono.

“Selamat Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam Muktamar X yang baru saja kami ketuk palunya,” kata Amir dalam konferensi pers usai sidang.

Amir menjelaskan, dinamika memang sempat terjadi di arena sidang. Beberapa peserta melakukan interupsi terkait teknis pemilihan, namun akhirnya forum menerima usulan aklamasi.

“Setelah saya bacakan, saya langsung meminta kesepakatan dari seluruh peserta apakah setuju untuk aklamasi Pak Mardiono. Ternyata mereka setuju, dan saya ketuk palunya,” ujarnya.

Amir juga menepis isu soal jumlah peserta. “Jumlah peserta tadi sempat diperdebatkan, apakah 1.304 atau 394. Tapi faktanya 1.304 muktamirin hadir dan sepakat,” tegasnya. Ia menambahkan, 30 Ketua DPW turut hadir secara fisik memberi dukungan.

Sementara itu, klaim berbeda muncul dari Mantan Sekjen PN, Nasrullah yang menegaskan bahwa yang sah terpilih dalam Muktamar X adalah Agus Suparmanto, bukan Mardiono.

Ia menyebut proses muktamar berjalan legal, konstitusional, dan seluruh agenda sudah dilalui sesuai mekanisme.

“Semua muktamirin menolak LPJ Mardiono. Dengan begitu, otomatis pencalonan beliau sebagai ketua umum juga gugur,” ungkap Nasrullah dalam keterangan persnya, Minggu (28/09).

Menurutnya, setelah penolakan LPJ, forum berlanjut membahas AD/ART dan pembagian komisi. Puncaknya, kata dia, forum secara aklamasi memilih Agus Suparmanto untuk menakhodai PPP periode 2025–2030.

“Tidak ada perbedaan pendapat, semua sepakat. Jadi yang terpilih adalah Agus, bukan Mardiono,” tegasnya.

Nasrullah menyebut, narasi yang menyatakan Mardiono terpilih hanyalah upaya mendistorsi fakta muktamar.

“Keputusan forum muktamar adalah sah, legal, dan konstitusional. Itu yang harus dihormati. Publik berhak tahu sejarah yang benar,” Pungkasnya.

error: Content is protected !!