KabarMakassar.com — Partai NasDem mulai menggerakkan mesin politiknya jauh sebelum Pemilu 2029 dengan menajamkan konsolidasi kader dan memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
Langkah itu dilakukan lewat pelaksanaan Bimbingan Teknis Laboratorium Gerakan (LAGA) Perubahan bagi anggota Fraksi NasDem DPRD dan kader dari Sulawesi Selatan serta Sulawesi Barat (Sulselbar) di Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, berlangsung beberapa hari sejak Jumat (24/10).
Kegiatan ini tidak sekadar pelatihan rutin partai, melainkan bentuk pemetaan ulang kekuatan politik NasDem di dua wilayah strategis yang selama ini menjadi lumbung suara partai besutan Surya Paloh tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa, yang membuka kegiatan itu, menegaskan bahwa Sulsel dan Sulbar menjadi daerah prioritas dalam strategi pemenangan jangka panjang partai. Ia menilai, kemenangan di dua wilayah ini harus dikonsolidasikan secara sistematis melalui peningkatan kapasitas kader dan pembentukan jaringan politik hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS).
“Ini bukan sekadar menjaga kemenangan, tapi memperluas dan memperkuatnya. Untuk itu, semangat, motivasi, dan optimisme seluruh kader harus tetap dijaga. Di sinilah pentingnya solidaritas agar kohesivitas partai semakin kokoh,” ujar Saan Mustopa dalam keterangannya, Minggu (26/10).
Ia menekankan bahwa tantangan NasDem ke depan tidak lagi hanya soal elektabilitas, tetapi soal daya tahan organisasi dan kualitas kader. Karena itu, menurutnya, partai perlu memperkuat infrastruktur politik, menyiapkan tokoh potensial baru, dan memastikan anggota legislatif hadir memberikan solusi atas persoalan rakyat.
“Kerja politik bukan hanya tentang kampanye, tapi tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat. Kita harus membangun jaringan dari akar, bukan dari atas,” tegasnya.
Selain memperkuat struktur partai, LAGA Perubahan juga diarahkan untuk membentuk kader politik berwawasan strategis, yang mampu membaca peta kekuasaan lokal dan merespons isu publik dengan cepat.
Saan menyebut, infrastruktur politik yang solid menjadi fondasi utama menghadapi perubahan perilaku pemilih, terutama di wilayah yang dinamis seperti Sulsel dan Sulbar. Ia menilai, dinamika sosial dan ekonomi di dua provinsi ini menuntut partai adaptif, berbasis data, dan tidak lagi mengandalkan figur tunggal.
Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) menilai kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyalakan kembali semangat juang kader di daerah. Menurutnya, NasDem Sulsel harus menjadi pelopor dalam penguatan partai berbasis kapasitas, bukan hanya elektoral.
“Mudah-mudahan dengan materi yang kita terima di sini, semangat kita bertambah. Target kita 2029 adalah dua kali lipat dari capaian saat ini,” kata RMS yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
RMS menegaskan, LAGA Perubahan bukan sekadar forum pelatihan, tetapi laboratorium kaderisasi politik yang melatih anggota legislatif berpikir strategis dan bekerja konkret untuk rakyat. Ia menekankan pentingnya menghubungkan kerja politik partai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya sibuk pada agenda pemenangan. Kita harus memastikan NasDem hadir di setiap ruang publik dengan solusi, bukan janji,” tegasnya.
Selain RMS dan Saan Mustopa, kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim, Gubernur ABN NasDem Nining Indra Shaleh, serta pengurus DPP, anggota Fraksi NasDem DPR RI, dan pengurus wilayah Sulsel dan Sulbar.
Dari kegiatan ini, NasDem menegaskan arah politiknya semakin berbasis sistem dan penguatan kader lokal. Tidak lagi sekadar mengandalkan magnet figur, partai kini mengedepankan political capacity building melalui pendidikan politik berjenjang.
Dengan format pelatihan yang lebih teknokratik dan terukur, NasDem berharap mampu mencetak kader berintegritas dan berdaya saing, sekaligus membangun loyalitas politik di tingkat paling bawah.
![]()














