KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) akan digelar paling lambat Oktober 2025.
Kepastian ini ditegaskan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Sulsel, Lakama Wiyaka, usai menegaskan bahwa tidak ada hambatan berarti di tingkat daerah.
“DPD sudah membuat surat meminta kepada DPP untuk dijadwalkan Musda. Saat ini kita masih menunggu jawaban dari DPP mengenai kepastian tanggalnya. Tapi yang jelas, paling lambat Oktober harus sudah jalan,” ujar Lakama, Kamis (18/09).
Menurutnya, Sulsel relatif aman dibandingkan daerah lain yang mengalami penundaan Musda karena dinamika internal. “Di Sulsel tidak ada kendala. Kalau di daerah lain memang ada, tapi kita tidak ada masalah. Hanya tinggal mengatur jadwal dari DPP,” jelasnya.
Terkait isu yang beredar soal Musda di Sulsel diarahkan untuk aklamasi, Lakama menegaskan hal itu bukan isu lokal, melainkan kebijakan umum DPP yang berlaku di seluruh Indonesia. “Informasi soal aklamasi itu bukan hanya di Sulsel, tapi memang harapan DPP secara nasional agar kader menyatu dan tidak terjadi perpecahan. Jadi bukan kasus khusus di Sulsel,” tegasnya.
Golkar memiliki aturan jelas terkait batas waktu Musda. Berdasarkan Juklak 02 April 2025, Musda DPD II harus sudah selesai paling lambat Desember 2025. Artinya, Musda DPD I, termasuk di Sulsel, harus lebih dulu digelar agar menjadi dasar bagi Musda di kabupaten/kota.
“Kalau SK berakhir, tidak ada istilah perpanjangan kepengurusan. SK kita keluar tanggal 21 November 2020. Jadi satu-dua bulan ini mestinya sudah ada jadwal resmi dari DPP,” kata Lakama.
Dengan demikian, seluruh persiapan di tingkat daerah sudah siap. Tinggal menunggu kepastian jadwal dari DPP. Golkar Sulsel optimistis Musda akan berjalan lancar tanpa polemik besar.
“Kita hanya menunggu jawaban dari DPP. Targetnya jelas, paling lambat Oktober Musda sudah terlaksana,” tutup Lakama.













