KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar periode 2021-2025, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, muncul dalam bursa kandidat Ketua DPD PDIP Sulsel periode 2025–2030.
Figur arsitek yang dikenal dengan gaya kepemimpinan ‘dua kali lebih cepat’ itu kini menapaki babak baru di dunia politik setelah menuntaskan masa jabatannya sebagai Wali Kota Makassar.
Kabar keterlibatannya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (07/10), sontak menjadi perbincangan hangat di lingkar elite partai dan publik Makassar.
Danny tidak sendiri. Dalam bursa tersebut, ia bersaing dengan lima nama lain yang juga merupakan kader senior PDIP Sulsel: petahana Ketua DPD Andi Ridwan Wittiri, Sekretaris DPD Rudi Pieter Goni, Wakil Ketua DPD Andi Ansari Mangkona, Bendahara DPD Alimuddin, dan Ketua Bappilu Risfayanti Muin.
Namun, dari seluruh nama itu, kehadiran Danny menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, sosok yang akrab disapa DP ini bukan hanya dikenal sebagai birokrat yang berprestasi, tetapi juga sebagai figur independen yang belakangan semakin identik dengan PDIP.
Isyarat keterlibatannya muncul lebih dulu lewat unggahan status WhatsApp miliknya yang bernada reflektif namun sarat pesan politik.
“Tanpa dengan politik, kita hanya bisa membantu ‘orang’. Tapi hanya dengan jalan politik, kita bisa membantu ‘rakyat’,” tulis Danny sembari membagikan foto dirinya mengenakan kemeja merah, duduk berdampingan dengan Ketua Dewan Kehormatan DPP PDIP, Komaruddin Watubun.
Danny membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut keikutsertaannya sebagai bentuk penghormatan atas undangan resmi dari DPP.
“Alhamdulillah, saya diundang oleh DPP ikut dalam uji kelayakan bersama enam kandidat lainnya yang diusulkan DPD,” ujar Danny, Rabu (08/10).
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ansari Mangkona juga mengonfirmasi bahwa dirinya turut mengikuti proses seleksi tersebut.
“Iya benar, termasuk saya,” kata Ansari singkat.
Masuknya nama Danny dalam daftar calon ketua partai berlogo banteng ini disebut-sebut sebagai sinyal serius PDIP untuk memperkuat basis elektoral di Makassar dan Sulawesi Selatan.
Selama dua periode kepemimpinannya di Balai Kota, Danny dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput dan memiliki jejaring kuat hingga ke tingkat RT/RW — modal politik yang dinilai krusial menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 dan konsolidasi internal PDIP.
