KabarMalassar.com — Dinamika politik jelang Konferensi Daerah (Konferda) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan semakin menghangat.
Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW), menegaskan kesiapannya kembali memimpin partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk periode selanjutnya.
Dengan sikap terbuka, ARW menyatakan siap menghadapi persaingan internal, termasuk dari dua figur kuat: mantan Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, serta Ketua DPC PDIP Luwu, Andi Admiral Kadddiraja. Keduanya disebut-sebut sebagai kandidat potensial yang akan menantang ARW dalam perebutan kursi Ketua DPD PDIP Sulsel.
“Kalau DPP masih memberikan amanah, tentu saya siap menjalankan tanggung jawab itu. Tapi semua keputusan ada di tangan DPP, dan kita harus mengikuti apapun hasilnya,” ujar ARW di Makassar, Kamis (23/10).
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah nama kader PDIP Sulsel mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Kantor DPP PDIP di Jakarta. Selain Danny Pomanto dan Andi Admiral, empat kader internal lainnya juga masuk radar DPP, yakni Sekretaris DPD PDIP Sulsel Rudi Pieter Goni (RPG), Bendahara Alimuddin, Ketua Bappilu Risfayanti Muin, serta Wakil Ketua Andi Ansyari Mangkona.
Enam nama tersebut disebut sebagai kandidat yang akan dinilai langsung oleh DPP sebelum menetapkan siapa yang akan memimpin PDIP Sulsel lima tahun ke depan.
Meski belum membicarakan target politik secara rinci, ARW yang juga anggota DPR RI itu menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi partai dan memperbaiki performa elektoral PDIP di Sulsel, usai penurunan jumlah kursi pada Pemilu 2024.
Diketahui, PDIP Sulsel kehilangan dua kursi di DPRD Sulsel pada periode 2024–2029. Dari delapan kursi hasil Pemilu 2019, kini PDIP hanya mengantongi enam kursi. Penurunan ini menjadi catatan penting bagi DPP dan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam proses seleksi kepemimpinan daerah.
Padahal, sebelumnya tren perolehan kursi PDIP di Sulsel cenderung meningkat. Pada Pemilu 2009–2014 partai ini hanya meraih tiga kursi, lalu naik menjadi lima kursi pada 2014–2019, dan meningkat lagi menjadi delapan kursi di periode 2019–2024. Namun pada Pemilu 2024, perolehan kursi kembali merosot.
Sementara itu, mengenai jadwal pelaksanaan Konferda PDIP Sulsel, ARW mengungkapkan bahwa DPP belum menetapkan tanggal resmi. Ia menjelaskan, pengurus DPD yang kini masih berada di Jakarta akan membawa informasi final terkait waktu dan teknis pelaksanaan begitu kembali ke Makassar.
“Belum ada jadwal pastinya. Nanti setelah teman-teman pengurus pulang dari Jakarta baru kita tahu kapan pelaksanaannya,” tutur ARW.
Rencananya, Konferda PDIP Sulsel semula dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2025. Namun agenda tersebut tertunda karena bertepatan dengan pelaksanaan Konferda PDIP di Provinsi Bali.
Dengan peta politik yang semakin terbuka dan sejumlah tokoh besar ikut dalam bursa, Konferda PDIP Sulsel tahun ini diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan internal paling menarik di tubuh partai banteng dalam satu dekade terakhir.














