KabarMakassar.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang akan digelar di Makassar pada 8–10 Agustus 2025 tak hanya menjadi ajang konsolidasi politik, tetapi juga ruang promosi bagi pelaku UMKM dan budaya daerah.
Sebanyak 54 booth kuliner dan ekspo disiapkan panitia untuk memeriahkan hajatan akbar yang dipusatkan di Hotel Claro.
Wakil Ketua Panitia Rakernas NasDem, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi peluang besar bagi sektor ekonomi kreatif dan pelaku usaha lokal di Sulawesi Selatan.
“Kami siapkan 24 booth khusus untuk UMKM kuliner yang akan menyajikan makanan dan minuman khas Sulawesi Selatan. Lokasinya berada di halaman Hotel Claro, terbuka untuk seluruh peserta dan tamu undangan,” ujar Cicu, Selasa (05/08).
Sementara itu, di area dalam hotel, NasDem Expo juga akan menghadirkan 30 booth dari berbagai provinsi di Indonesia. Setiap provinsi membawa produk unggulan dari daerah masing-masing, mulai dari kerajinan tangan hingga inovasi kreatif lokal.
“Expo ini akan menjadi etalase ragam budaya dan potensi ekonomi dari seluruh Indonesia,” lanjutnya.
Rakernas tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di luar Pulau Jawa. Lebih dari 5.000 peserta dari seluruh Tanah Air dipastikan hadir.
Hal ini menurut Cicu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan besar bagi Sulsel sebagai tuan rumah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Makassar dan Indonesia Timur mampu menggelar acara nasional berskala besar. Rakernas ini akan menjadi pilot project bagi pelaksanaan event serupa di wilayah timur Indonesia,” ungkap legislator DPRD Sulsel itu.
Ia menambahkan, kehadiran ribuan peserta Rakernas akan membawa dampak langsung pada sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Tingkat hunian hotel, aktivitas transportasi, serta konsumsi makanan dan minuman diprediksi akan melonjak.
“Ini akan menjadi stimulus ekonomi yang nyata, terutama bagi pelaku UMKM dan penyedia jasa di Makassar,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi antara partai dan masyarakat, Ia berharap Rakernas NasDem 2025 tak hanya mencatat sejarah sebagai agenda politik, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dalam hal keramahtamahan dan potensi daerah.
“Makassar tidak hanya menjadi panggung politik nasional, tetapi juga wajah Indonesia Timur yang modern, kreatif, dan terbuka,” tutup Cicu.













