KabarMakassar.com — Kinerja sektor pariwisata pada Februari 2026 memperlihatkan tren yang tidak seimbang antara kunjungan wisatawan asing dan aktivitas domestik.
Berdasarkan data BPS lonjakan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) belum diikuti oleh pergerakan wisatawan dalam negeri maupun tingkat hunian hotel.
Jumlah kunjungan wisman tercatat mencapai 1,16 juta atau tumbuh 13,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menjadi indikasi pemulihan sektor pariwisata dari sisi pasar internasional.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada wisatawan nasional (wisnas). Jumlah perjalanan ke luar negeri justru turun 7,64 persen secara tahunan menjadi 701,07 ribu perjalanan, menandakan adanya perlambatan mobilitas wisata warga Indonesia.
Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) hanya mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,70 persen dengan total 91,14 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan pergerakan domestik masih cenderung stagnan.
Dari sisi perhotelan, tekanan terlihat pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang yang berada di angka 44,89 persen. Capaian ini turun 2,32 poin dibandingkan Februari tahun sebelumnya.
Penurunan okupansi hotel memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah wisman belum cukup kuat untuk mengangkat kinerja sektor akomodasi secara keseluruhan.
Secara umum, data ini mencerminkan bahwa pemulihan pariwisata masih belum merata, dengan ketergantungan pada pasar internasional sementara sektor domestik dan industri pendukung masih menghadapi tekanan.













