KabarMakassar.com – Pedagang es kelapa yang berjualan di kawasan Benteng Rotterdam mendesak Ketua DPRD Makassar segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) sebelum rencana penertiban pada 21 Juni mendatang.
Koordinator lapangan aksi, Yayat, mengatakan forum tersebut dinilai penting agar seluruh pihak, mulai dari pemerintah kota, camat, hingga perwakilan pedagang, dapat duduk bersama mencari solusi atas polemik relokasi.
“Yang kami desak adalah Ketua DPRD memastikan kapan RDP dilaksanakan sebelum tanggal 21 Juni. Kami juga meminta salinan surat yang dikirimkan ke Wali Kota agar ada kepastian jadwal,” kata Yayat saat ditemui di sela aksi, Rabu (17/6).
Menurutnya, hingga kini para pedagang belum memperoleh informasi mengenai waktu pelaksanaan RDP meski sudah beberapa kali melakukan unjuk rasa. Karena itu, massa memilih bertahan di halaman DPRD sebagai bentuk tekanan agar aspirasi mereka mendapat perhatian.
“Kami merencanakan pendudukan sampai tanggal 21 Juni. Kalau perlu kami menginap secara tertib untuk mendesak Ketua DPRD segera mengupayakan RDP karena beberapa aksi sebelumnya juga tidak pernah ditindaklanjuti,” ujarnya.
Yayat mengungkapkan aksi yang berlangsung saat ini diikuti sekitar 70 pedagang. Mereka berkomitmen bertahan hingga ada kepastian dialog sebelum jadwal penertiban dilaksanakan.
Selain meminta RDP, para pedagang juga menolak relokasi ke Pasar Baru. Mereka menilai proses sosialisasi yang dilakukan sebelumnya tidak memberi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan pendapat.
“Pada sosialisasi hanya pemerintah yang menyampaikan. Pedagang tidak diberikan ruang menyampaikan aspirasi, bahkan ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi ketika pindah,” katanya.
Ia menegaskan para pedagang tidak menolak penataan kawasan, tetapi berharap tetap dapat berjualan di lokasi saat ini dengan penyesuaian yang diperlukan.
“Kalau memang harus ditata secara mandiri kami siap. Mau dipotong bagian depan atau dirapikan tidak masalah, yang penting jangan digusur karena kawasan Benteng Rotterdam sudah dikenal sebagai salah satu ikon penjual es kelapa di Makassar,” tutur Yayat.
Menurutnya, pemindahan lokasi berpotensi menurunkan pendapatan pedagang karena pelanggan selama ini sudah mengenal kawasan Benteng Rotterdam sebagai sentra penjualan es kelapa.













