kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Warga Pangkep Meninggal Usai Tertular Penyakit Leptospirosis dari Bakteri Tikus

Warga Pangkep Meninggal Usai Tertular Penyakit Leptospirosis dari Bakteri Tikus
Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Seorang warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan meninggal dunia setelah terkena penyakit menular atau Leptospirosis dari bakteri yang ada di hewan tikus. Tercatat 19 kasus leptospirosis di wilayah tersebut dan satu meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur mengatakan bahwa korban diduga terpapar bakteri dari urine tikus melalui luka di telapak tangannya saat memegang tali pengikat rumput laut.

“Meninggal diduga tertular melalui kulit yang terluka, kemungkinan dari tali pengikat,” kata Mansyur kepada wartawan, Rabu (13/08).

Mansyur menerangkan bahwa dari 118 perangkat tikus yang dipasang di wilayah tersebut, sebanyak 12 tikus berhasil ditangkap. Dari hasil pemeriksaan pada hewan tersebut, ditemukan tiga ginjal tikus yang positif bakteri Leptospirosis.

Dari data Dinkes Kabupaten Pangkep, Mansyur mengungkapkan sejak Januari hingga Agustus 2025, tercatat ada 19 kasus positif Leptospirosis di wilayah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 18 lainnya dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.

“Dari januari 2025, ada 19 orang positif leptospirosis, satu meninggal dunia,” ungkapnya.

Korban yang dilaporkan meninggal berasal dari Desa Pitue, Mansyur mengatakan bahwa korban sempat menjalani perawatan medis selama tiga hari sebelum dilaporkan meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa tikus yang ditangkap positif bakteri leptospira,”ujarnya.

Tim laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, langsung mengunjungi Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, setelah menerima laporan kematian seorang warga akibat penyakit menular Leptospirosis.

Diketahui, kasus positif Leptospirosis ini tercatat di lima Kecamatan di Kabupaten Pangkep, diantaranya Kecamatan Pangkajene, Minasatene, Bungoro, Labakkang, Dan Ma’Rang. Dan kasus tersebut juga pernah menelan jiwa pada tahun 2023 lalu.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Pangkep kembali memperbarui surat edaran antisipasi penyakit tersebut, dan juga aktif menggelar sosialisasi serta penyuluhan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Mansyur mengimbau ke masyarakat agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami sejarah demam tinggi, nyeri otot, dan mat merah, untuk mencegah komplikasi akibat penyakit Leptospirosis.

“Kami intensifkan penyuluhan agar masyarakat menjaga kebersihan, memperhatikan sanitasi, dan selalu mencuci tangan dengan sabun,” imbuhnya.

Loading

error: Content is protected !!