kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Visi Misi dan Program Strategis Paslon Isrullah-Usman di Pilkada Lutim 2024

Visi Misi dan Program Strategis Paslon Isrullah-Usman di Pilkada Lutim 2024
(Foto : IST).

KabarMakassar.com — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) tahun 2024 resmi diikuti oleh tiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati.

Mereka masing-masing adalah Paslon nomor urut 01 Isrullah Usman, 02 Budiman-Akbar dan Paslon 03 Ibas-Puspa yang akan berebut suara Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 222.020 pemilih pada 27 November 2024 mendatang.

Lantas, apa saja visi misi dan program Paslon 01 Isrullah-Usman di Pilkada Lutim 2024?

Berdasarkan Draft Visi, Misi dan Program Paslon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur 2024-2029, Paslon Nomor Urut 1 Isrullah Achmad dan Usman Sadik mengusung visi “Mewujudkan Luwu Timur yang Sejahtera, Mandiri, Harmonis dan Berkeadilan”.

Sementara untuk Misi yakni salah satunya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif, kualitas layanan kesehatan, pendidikan, teknologi, sains dan penguatan peran perempuan, anak muda dan kelompok disabilitas.

Lalu, apa saja Program Strategis yang bakal dilakukan Paslon 01 Isrullah Usman?

1. Puskesmas Plus. Meningkatkan kapasitas puskesmas (Rawat Inap) dengan menghadirkan layanan dokter spesialis penyakit dalam dan anak, fasilitas laboratorium dan radiologi dasar serta pemanfaatan teknologi telemedicine yang terhubung dengan RSUD I Lagaligo Wotu.

2. 1 Magister 1 Desa dan 1 Doktor 1 Kecamatan. Beasiswa khusus untuk program “1 Magister 1 Desa” dan “1 Doktor 1 Kecamatan” pada program studi atau konsentrasi jurusan yang relevan dengan potensi daerah untuk meningkatkan level pendidikan dan SDM di daerah.

3. Upgrade RSUD Tipe B. Meningkatkan status RSUD I Lagaligo Wotu sebagai rumah sakit kelas B bertaraf regional dengan fasilitas dan sarana yang lebih memadai dan representatif.

4. Nutrisi Generasi Emas. Pemberian nutrisi pada ibu-ibu hamil dan menyusui selama proses kehamilan dan menyusui dalam rangka menurunkan angka kematian ibu hamil dan prevalensi stunting.

5. Politeknik Energi Dan Pertambangan (PEP). Menginisasi terbentuknya perguruan tinggi vokasi di bidang energi dan pertambangan di bawah naungan Kementerian ESDM.

6. Pendidikan Vokasional. Menjadi pusat peningkatan keterampilan dan keahlian khusus di bidang pertanian, teknologi, kerajinan, perikanan dan bidang-bidang lainnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

7. Magang Bersertifikat. Program untuk para fresh graduate pada perusahaan-perusahaan yang ada di Luwu Timur sebagai persiapan pra kerja dan penyerapan tenaga kerja putra terbaik daerah, terutama bagi alumni penerima beasiswa daerah

8. Pupuk Gratis. Bantuan pupuk gratis bagi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan pertambakan.

9. Bumdes Goes Regional. Optimalisasi peran BUMDes sebagai pilar ekonomi kerakyatan melalui program penguatan kapasitas, fasilitasi networking dan upgrade manajemen maupun permodalan agar mampu bersaing minimal secara regional.

10. Pertanian Organik. Mendorong praktek pertanian secara organik atau alami di desa-desa dengan pendekatan paradigma pertanian mandiri dan berkelanjutan.

11. LADAMAX. Optimalisasi produk lada di Luwu Timur melalui standarisasi produk dengan menyediakan sarana dan prasarana penanganan pasca panen lada yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Indikasi Geografis Lada Luwu Timur, serta memberi dukungan penguatan kapasitas melalui bimbingan teknis pasca panen lada untuk kelompok tani lada yang ditunjang dengan sinergitas kuat antara pemerintah, pedagang dan kelembagaan petani lada.

12. Optimalisasi BUMD Pertanian. Memastikan peran dan kontribusi BUMD pertanian dalam peningkatan kualitas produksi hasil pertanian mulai dari persiapan benih, penyuluhan petani, produksi, pergudangan hingga akses pasar.

13. Pusat Inkubasi Ekonomi Kreatif. Berperan sebagai pusat pengembangan wirausaha muda berbasis komunitas yang menjembatani potensi generasi muda dalam mengembangkan ide-ide bisnis, sekaligus memberi ruang dan dukungan penuh pada terciptanya ekosistem ekonomi kreatif, pengembangan talenta kreatif di segala bidang dan pengembangan ekonomi digital khususnya bagi milenial dan Gen Z

14. Performance Based. Penilaian objektif terhadap kinerja aparatur dengan skema “Sistem Penilaian Kinerja ASN berbasis Kinerja” (Performance Based) untuk memastikan terwujudnya profesionalisme dan motivasi kerja yang mendukung kualitas layanan publik.

15. Lutim Harmoni. Pelayanan publik dengan mindset melayani dengan Harmoni untuk memastikan pelayanan publik yang efisien dan ramah untuk semua.

16. One Stop Service Center. Program layanan administrasi dan perizinan berbasis kecamatan dan desa/kelurahan untuk mendekatkan layanan publik berbasis digital.

17. Anggaran Desa 1,5 Miliar per Tahun. Meningkatkan porsi bantuan Anggaran Desa sebesar 1,5 M per tahun agar dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan

18. Pusat Ekonomi Terpadu Tarengge (PETTA). Membentuk dan mengembangkan wilayah Tarengge sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui dukungan infrastruktur dan kebijakan pengembangan secara berkelanjutan.

19. Listrik dan PDAM Gratis. Subsidi penuh pembayaran tagihan listrik untuk rumah-rumah ibadah dan rumah-rumat adat, dan subsidi pembayaran tagihan air PDAM bagi pelanggan golongan rumah tangga miskin.

20. Pembenahan Infrastruktur. Pembenahan pada infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak di desa-desa dan jalan strategis penghubung transportasi lintas kecamatan serta peningkatan fasilitas infrastruktur layanan publik dasar (sekolah dan fasilitas kesehatan) di setiap desa dan kecamatan.

21. Jalur Pesisir. Opsi pembukaan jalur darat di sepanjang pesisir untuk pengembangan potensi perikanan dan pariwisata pantai.

22. Bandara Baru. Inisiasi pembangunan Bandara Komersial Baru di wilayah Kecamatan Wotu yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi

23. Insentif Guru Agama. Peningkatan insentif untuk guru agama, imam desa/dusun, imam masjid, pendeta gereja, guru sekolah minggu, guru pasraman, vinandita Hindu, pembina tahfidz dan para dai muda di tiap desa dan kecamatan.

24. Pelestarian Bahasa Daerah melalui dokumentasi dan digitalisasi buku dan kamus bahasa daerah untuk dijadikan bahan materi muatan lokal di sekolah.

25. Festival Budaya Kalender Tahunan yang menampilkan ragam budaya dan kesenian dan dipusatkan di wilayah-wilayah kecamatan atau di pusat-pusat kebudayaan tersebut bertumbuh dan dilestarikan.

26. Beasiswa Aktivis Unggulan khusus yang diberikan untuk pengurus atau mantan pengurus organisasi kemahasiswaan daerah (IPMA LUTIM) yang berprestasi untuk jenjang Pendidikan S2 dan S3 dalam rangka mendukung pengembangan diri dan karir.

27. Pusat Kebudayaan Daerah. Menginisiasi terbentuknya Pusat Kebudayaan Daerah, sebagai wadah kajian dan pembinaan budaya serta dokumentasi hasil riset dan publikasi karya intelektual mengenai kebudayaan daerah. Pusat kajian ini sekaligus akan menjadi arena berkumpulnya para pelaku budaya, seniman dan komunitas kreatif.

28. Rumah Singgah Warga Lutim. Sebagai sarana shelter supporting untuk warga Luwu Timur yang sedang berobat atau berkegiatan di Kota Makassar.

29. Insentif Budayawan. Pemberian insentif yang memadai untuk seniman dan para pelaku budaya yang akan membantu pengembangan diri dan kreativitas berkesenian.

30. Sinergi Diaspora. Membangun sinergi dan kolaborasi positif dengan organisasi paguyuban Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) sebagai mitra untuk mengayomi mahasiswa perantauan dan warga diaspora Luwu Timur di Makassar dan sekitarnya

error: Content is protected !!