Indeks
News  

Viral Video Perundungan Siswi SMA di Gowa, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Viral Video Perundungan Siswi SMA di Gowa, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Video dugaan perundungan terhadap seorang siswi SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Dalam video tersebut, korban terlihat mengalami kekerasan yang dilakukan sejumlah pelajar.

Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan BTN Pelita Asri, Desa Je’netallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Korban yang masih berusia 16 tahun diduga mengalami penganiayaan hingga mengalami luka memar pada bagian wajah dan luka pada kaki. Korban juga disebut sempat mendapatkan perawatan medis dan kini masih mengalami trauma.

Dalam video amatir yang beredar, terlihat korban didatangi sejumlah pelajar. Salah seorang di antaranya kemudian diduga memukul korban pada bagian wajah dan menarik rambutnya.

Ironisnya, beberapa pelajar lain yang berada di lokasi terlihat menyaksikan kejadian tersebut. Perundungan itu tetap berlangsung sebelum akhirnya berakhir.

Korban mengaku awalnya diajak bertemu oleh seseorang menggunakan nomor telepon yang tidak dikenal. Saat tiba di lokasi, korban mengaku mendapat perlakuan kasar dan dipukul karena dituduh merebut kekasih salah seorang pelaku.

Namun, alasan tersebut masih sebatas keterangan korban dan belum dapat dipastikan kebenarannya karena polisi masih melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis Hairuddin membenarkan adanya insiden yang melibatkan sejumlah siswi pelajar seperti yang terlihat dalam video tersebut.

“Unit Reskrim PPA telah menerima laporan dari korban. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku serta mengetahui secara pasti penyebab terjadinya penganiayaan terhadap pelajar,” ujar Muhalis, Jumat (14/08).

Polisi masih mendalami kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi para pelajar yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman dugaan perundungan tersebut beredar di media sosial. Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan identitas maupun video yang dapat memperburuk kondisi korban, khususnya karena korban masih di bawah umur.

Exit mobile version