KabarMakassar.com — Viral di media sosial, seorang sopir ambulans RS Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar membawa jenazah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ke rumah duka dengan ditemani dua pasien ODGJ lainnya yang ternyata ikut tanpa pendamping.
Dalam video yang beredar, jenazah ODGJ tersebut berada di belakang tempat duduk sopir ditemani dua orang pria yang belakangan diketahui merupakan pasien ODGJ RSKD Dadi.
Sang sopir baru mengetahui bahwa kedua pria yang turut mengantar itu ODGJ ketika bertanya lokasi rumah duka almarhum setelah keliling di Kabupaten Gowa. Namun, kedua pria tersebut hanya tertawa saat menanggapi pertanyaan sopir ambulans.
“Saya lagi bawa jenazah ini, pasien jiwa meninggal dunia diantar oleh teman-temannya dari RS Dadi Makassar. (Temannya) tadi bilang tahu jalanan, tapi aduh,” kata sopir ambulans dalam video yang beredar.
Akibat video tersebut viral di media sosial pihak RSKD Dadi angkat bicara. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (11/06) kemarin. Namun, jenazah tersebut tidak memiliki keluarga sehingga dimakamkan ke Kabupaten Gowa.
“Jadi kemarin kejadiannya. Pasien yang meninggal adalah ODGJ yang terlantar dan tidak memiliki keluarga. Jadi kami inisiatif menakan secara layak,” kata Kabid Humas RSKD Dadi, Abdul Malik saat dikonfirmasi, Jumat (13/06).
Malik menerangkan bahwa video tersebut direkam oleh sopir ambulance ketika dirinya dalam perjalanan ke perkuburan di Kabupaten Gowa. Kemudian singgah membeli perlengkapan jenazah untuk proses pemakaman. Namun, sopir sudah minta maaf atas kejadian itu.
“Saya tidak sangka sopir bikin konten seperti itu. Sopirnya datang katanya hanya bercanda dan minta maaf. Jadi tidak ada yang terlantar,” jelasnya.
Malik membenarkan bahwa kedua pasien yang berada di dalam mobil ambulan berdama jenazah terdebut merupakan pasien ODGJ. Namun, statusnya sudah dianggap pulih, sehingga diikutkan untuk mengantar jenazah rekannya.
“Mereka itu temannya, karena dia minta ikut. Karena kan juga ada ikut perawat. Jadi (diizinkan) ikut. Tapi, statusnya sudah pulih,” ungkapnya.
Malik menerangkan bahwa pasien ODGJ yang meninggal dunia tersebut sudah lama mengidap penyakit. Kemudian dimakamkan oleh pihak rumah sakit, karena sudah tidak memiliki keluarga.
“Jadi tidak ada yang ditelantarkan. ODGJ meninggal karena sakit dan tidak ada keluarganya. Saya selaku pejabat disana (RSKD Dadi) mengambil alih, saya berinisiatif untuk dimakamkan secara layak,” pungkasnya.














