Indeks
News  

Viral Menu MBG Berulat di Jeneponto, SPPG: Kasus Lama Digoreng Lagi

Viral Menu MBG Berulat di Jeneponto, SPPG: Kasus Lama Digoreng Lagi
Viral Menu MBG Berulat di Jeneponto. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan kini tengah menjadi sorotan tajam publik.

Pasalnya, salah satu porsi makanan ditemukan terkontaminasi ulat-ulat kecil di dalam wadah ompreng pada menu yang disajikan langsung kepada murid-murid di SD 21 Tamalatea.

Temuan mengejutkan tersebut sontak membuat sejumlah siswa yang ketakutan memilih untuk tidak melanjutkan makan siang mereka.

Fenomena ini mencuat dan terungkap ke publik setelah sebuah rekaman video berdurasi 31 detik beredar luas di berbagai platform media sosial. Dalam video singkat tersebut, terlihat jelas ompreng menu MBG terdapat ulat kecil dalam keadaan masih hidup dan menggeliat.

Temuan itu pun langsung memicu kekhawatiran luar biasa di lingkungan sekolah. Pasalnya, makanan yang disediakan merupakan bagian dari program strategis pemerintah yang bertujuan utama meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah.

Kendati demikian, kasus serupa itu diketahui telah berulangkali terjadi di Jeneponto. Hanya saja, rentetan kejadian tersebut dinilai tidak pernah mendapat perhatian serius, baik oleh Pemerintah Daerah maupun Badan Gizi Nasional (BGN).

Merespons polemik tersebut, Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Jeneponto, Akbar, akhirnya buka suara.

Ia secara terbuka mengakui adanya MBG berulat yang ditemukan dalam proses penyajian makanan tersebut. Akan tetapi, ia berdalih dan menyebutkan bahwa peristiwa itu sebenarnya sudah lama terjadi namun sengaja diviralkan atau digoreng kembali.

“Di SD 21 Tamalatea Pak, itu kejadiannya Pak dari tanggal 21 Mei, terus baru kembali digoreng ini,” bebernya kepada wartawan, Kamis (18/6) malam

Lebih lanjut, Akbar memaparkan hasil penelusuran internalnya mengenai asal-muasal munculnya ulat tersebut. Ia bilang bahwa ulat itu berasal dari buah mentimun yang disediakan oleh pihak SPPG kala itu.

“Kalau menurut informasi dari gurunya itu pak, dari timun,” jelasnya.

Pihak SPPG mengklaim langsung merespon isu ini dengan mendatangi langsung sekolah yang bersangkutan. Namun, mereka mengaku tidak sempat melihat langsung menu berulat yang dimaksud secara fisik, melainkan hanya bisa memantau lewat potongan video yang terlanjur viral di jagat maya.

“Pada saat kejadian pihak sekolah itu tidak sempat melapor ke saya. Jadi saya tidak lihat secara langsung, ada atau tidaknya cuma di video juga saya lihat Pak,” tandasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version