kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Usai Dibakar Massa, Aktivitas DPRD Makassar Berpusat di Posko Hingga Rujab

Kerugian Mobiler dan Elektronik di Gedung DPRD Makassar Ditaksir Rp70 Miliar
Kantor DPRD Makassar pasca aksi unjuk rasa di Makassar (Dok: Atri KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar tetap menjaga roda kedewanan tetap berputar meski gedung dewan terbakar dalam aksi demonstrasi pada Jumat, 29 Agustus 2025 lalu.

Sejumlah langkah darurat ditempuh, mulai dari mendirikan posko di lapangan tenis, memusatkan administrasi di rumah jabatan (rujab) Ketua DPRD, hingga menggelar rapat secara daring melalui Zoom.

Ketua DPRD Makassar, Supratman, menegaskan bahwa kondisi darurat tidak boleh melumpuhkan kerja legislatif. Ia menyebut para anggota dewan tetap aktif menjalankan tugas, bahkan menempati lapangan tenis di kompleks DPRD sebagai posko darurat.

“Aktivitas teman-teman tetap berjalan. Bahkan kami berencana kumpul di lapangan tenis atau musala di sekitar gedung. Hampir setiap malam teman-teman ada di situ untuk berposko, ganti-gantian,” kata Supratman, Kamis (05/09).

Selain posko, rujab Ketua DPRD juga difungsikan sebagai pusat aktivitas sementara. Administrasi kedewanan dipindahkan ke sana, sementara aula belakang digunakan untuk rapat kecil. Adapun pertemuan dengan jumlah anggota lebih banyak digelar secara daring.

“Rapat-rapat lewat Zoom. Kalau rapat hanya 10 orang, biasanya rujab kita pakai. Jadi tetap, proses kedewanan harus berjalan secara maksimal,” jelas Supratman.

Kondisi darurat tidak menghalangi DPRD melaksanakan agenda penting, termasuk pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

Rapat paripurna digelar secara hybrid, dengan pimpinan DPRD dan Wali Kota Makassar bersama jajaran pemerintah kota hadir di Balai Kota, sementara anggota dewan lainnya mengikuti jalannya sidang melalui Zoom.

Meski sementara berjalan dengan skema darurat, DPRD juga menyiapkan langkah jangka pendek dengan mencari gedung alternatif untuk berkantor. Sejumlah opsi lokasi telah dikaji, antara lain gedung Perumnas di Jalan Hertasning, gedung PELNI, serta Sekolah Tinggi 17 Agustus.

“Kami sedang lobi Perumnas di Hertasning, mudah-mudahan bisa dipakai. Beberapa tempat sudah kita cek, tinggal menunggu persetujuan pemilik. Secepatnya kita putuskan,” pungkas Supratman.

error: Content is protected !!