Indeks
News  

Update Program Ketenagakerjaan 2026: 14 Ribu Magang, 10.500 Peserta Vokasi

Update Program Ketenagakerjaan 2026: 14 Ribu Magang, 10.500 Peserta Vokasi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah menggenjot program ketenagakerjaan tahun 2026 dengan capaian awal 14 ribu peserta magang nasional dan 10.500 peserta pelatihan vokasi.

Angka tersebut menjadi fokus laporan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (27/04).

Pertemuan tersebut, Menaker menyampaikan bahwa program magang nasional batch pertama telah rampung dan kini memasuki tahap lanjutan berupa sertifikasi kompetensi.

“Magang nasional batch satu sudah selesai, jumlahnya sekitar 14 ribu orang. Itu sudah kami laporkan, termasuk hasil evaluasinya,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Selasa (28/04).

Ia menegaskan, seluruh peserta magang akan difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi resmi secara gratis melalui balai pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan. Sertifikasi tersebut mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Peserta sekarang sedang bersiap mengikuti sertifikasi agar mendapatkan pengakuan kompetensi. Respons Presiden sangat baik terhadap program ini,” katanya.

Selain magang, pemerintah juga menjalankan pelatihan vokasi nasional yang menyasar dua segmen utama, yakni lulusan perguruan tinggi serta lulusan SMA dan SMK. Hingga saat ini, jumlah peserta yang terlibat mencapai 10.500 orang.

“Kita punya dua skema, untuk lulusan kampus dan untuk SMA/SMK. Totalnya 10.500 peserta yang sedang berjalan,” jelasnya.

Yassierli menambahkan, hasil evaluasi program magang juga membuka peluang penambahan kuota ke depan. Namun, realisasinya masih menunggu koordinasi lintas kementerian.

“Nanti akan ditindaklanjuti bersama kementerian teknis lain seperti Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional. Dengan dukungan jaringan balai latihan kerja yang tersebar di berbagai daerah, program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus menekan angka pengangguran.

“Ini akan menjadi program prioritas di 2026. Skemanya sudah kita siapkan dan mendapat dukungan penuh,” tukas Yassierli.

error: Content is protected !!
Exit mobile version