kabarbursa.com
kabarbursa.com

Update Bentrok Berujung Kebakaran di Tallo, 13 Rumah Terbakar

Update Bentrok Berujung Kebakaran di Tallo, 13 Rumah Terbakar
Rumah Warga Usai Kebakaran, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Kebakaran hebat terjadi di Jl. Pannampu Lorong 1, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, pada Selasa (18/11) sekitar pukul 12.30 WITA.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh bentrok antar kelompok yang pecah hingga memicu api dari salah satu rumah warga. BPBD Kota Makassar merilis laporan asesmen awal pukul 13.05 Wita yang mencatat dampak kerusakan cukup besar.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli, menjelaskan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat.

“Maaih sementara penyeledikan kita menunggu hasil penyelidikan dari Pihak berwajib m, kejadian ini juga diduga ada kaitan dengan perang antar kelompok. Detail penyebabnya sementara dalam penanganan,” ujarnya melalui laporan resmi, Rabu (19/11).

BPBD melaporkan sedikitnya 13 rumah mengalami kerusakan akibat amukan api. Dari jumlah tersebut, 10 unit dilaporkan rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah mengalami rusak ringan.

Selain bangunan, satu unit motor Mio M3 milik warga juga ikut terdampak. Warga setempat bernama Hardianti yang berada di lokasi menjadi salah satu saksi awal yang dicatat dalam laporan asesmen.

Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka yang tercatat. Data sementara juga menyebut belum ada warga baik dewasa, anak, balita, bayi, maupun lansia yang terlaporkan terdampak secara langsung.

Delapan armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Upaya pemadaman dilakukan secara bersinergi oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, Damkar, TNI/Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Dinas Sosial, serta warga sekitar.

Setelah api dinyatakan padam, lokasi kejadian langsung dinormalisasi untuk mencegah potensi kebakaran susulan dan memudahkan proses pemeriksaan lanjutan.

“Kamis lakukan pengamanan di sekitar titik kejadian terus dipantau, kendati belum ada posko khusus yang didirikan,” ujarnya.

BPBD menegaskan bahwa laporan ini merupakan data awal untuk kebutuhan asesmen dan koordinasi lintas instansi. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan setelah proses penyelidikan dan pendalaman informasi dari aparat maupun tim lapangan.

“Ini data awal untuk membantu tim dalam merespons cepat. Update berikutnya akan kami sampaikan jika ada perkembangan,” tutup Fadli.

error: Content is protected !!