KabarMakassar.com — Sebanyak 878 jiwa dari 239 kepala keluarga (KK) tercatat mengungsi akibat banjir yang melanda dua kecamatan di Kota Makassar.
Data tersebut dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Rabu (25/02) pukul 21.30 Wita.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menyebutkan pengungsi tersebar di 15 titik pada empat kelurahan di Kecamatan Biringkanaya dan Manggala.
“Total ada 15 titik pengungsian dengan 239 KK atau 878 jiwa. Tim TRC masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan,” ujar Fadli.
Di Kecamatan Biringkanaya, titik pengungsian tersebar di Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang. Lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di SD Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, dengan 64 KK atau 236 jiwa.
Selain itu, pengungsi juga menempati sejumlah masjid, rumah warga, hingga kantor lurah di Paccerakkang. Di antaranya Masjid Nurul Ikhlas Kodam III (30 KK/87 jiwa), Masjid Ar Ra’mun (15 KK/54 jiwa), dan Masjid Al Ummah (8 KK/38 jiwa).
Sementara di Kecamatan Manggala, pengungsi tersebar di beberapa masjid dan fasilitas umum. Masjid Jabal Nur menampung 29 KK atau 89 jiwa, disusul Masjid Al Muttaqin dengan 23 KK atau 84 jiwa.
“Masjid Al Kautsar di Kelurahan Batua juga menjadi lokasi pengungsian bagi 17 KK atau 80 jiwa,”
Fasilitas lain seperti Posyandu Anyelir dan Masjid Yuda Al Fatih turut difungsikan sebagai tempat penampungan sementara warga terdampak.
BPBD memastikan kebutuhan dasar pengungsi terus dipantau, termasuk logistik dan layanan kesehatan. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah warga yang mengungsi apabila curah hujan kembali meningkat.
