KabarMakassar.com — Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Lintas Tengah Rasional Sistem (Literasi) Anak Papua (LAP) berunjuk rasa dengan menggelar drama teatrikal di depan pintu 1 Universitas Hasanuddin, Jumat (29/7).
Para massa aksi menggelar drama teatrikal terkait arah kebijakan Otonomi Khusus (Outsus) Papua yang dilakukan dengan menampilkan tarian yang memuat makna khusus serta membawa keranda mayat yang bermakna matinya Hak Asasi Manusia (HAM).
Aksi drama teatrikal yang dilakukan bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih ramah dan dapat diterima dengan baik.
Jenderal Lapangan LAP, Rilky Ambe menyebut pihaknya menuntut pemerintah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur di Papua lebih baik dari Jakarta.
"Pemerintah wajib membangun SDM di tanah Papua dan juga infrastruktur yang lebih baik daripada Jakarta," ungkapnya, Jumat (29/7).
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah untuk menangkap dan mengadili para pejabat yang menjadi penjahat di tanah Papua.
"Tangkap dan adili dalam hal ini pejabat yang menjadi penjahat dalam konstitusi," sambungnya.
Pihaknya juga menegaskan pemerintah wajib membentuk badan pengawasan arah kebijakan dan pengelolaan Outsus di tanah Papua.
"Secara tegas pemerintah wajib membentuk badan pengawasan arah kebijakan dan pengelolaan di tanah Papua, itu tiga tuntutan kami," tegasnya.













