KabarMakassar.com — Kebakaran hebat yang melanda gedung DPRD Makassar pada 29 Agustus 2025 tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga menelan tiga korban jiwa. Api yang merembet dari masa aksi di sekitar lokasi gedung memperlihatkan betapa setiap individu memerlukan kesiapan menghadapi bencana kebakaran.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa setiap individu harus mengetahui protokol keselamatan kebakaran untuk meminimalkan risiko kehilangan nyawa. Berdasarkan catatan RSUD Nyai Ageng Serang, berikut langkah-langkah yang wajib diperhatikan:
Saat Terjadi Kebakaran di Dalam Gedung
1. Jaga Ketenangan dan Cari Jalan Keluar
Tetap tenang, jangan panik. Segera cari rute penyelamatan melalui tangga darurat, bukan elevator.
2. Hindari Asap
Menunduk dan rapatkan diri ke dinding untuk mengurangi paparan asap. Gunakan kain basah sebagai masker bila memungkinkan.
3. Jangan Gunakan Elevator
Elevator berisiko mati mendadak atau berubah menjadi perangkap mematikan saat kebakaran.
4. Padamkan Api Jika Masih Kecil
Gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jika api masih dapat dikendalikan dan Anda berada di posisi aman.
5. Segera Evakuasi Jika Api Tak Terkendali
Jangan menunggu lebih lama. Keluar melalui pintu EXIT terdekat.
6. Bantu Orang Lain
Ingatkan dan tolong penghuni lain, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan ekstra.
Jika Terjebak di Dalam Gedung
1. Cari Ruangan yang Aman
Masuk ke ruang yang belum terbakar, tutup rapat pintunya.
2. Segel Celah Pintu
Gunakan kain basah untuk menutup celah di bawah pintu atau ventilasi agar asap tidak masuk.
3. Hubungi Bantuan Darurat
Segera telepon petugas pemadam atau aparat darurat. Berikan lokasi Anda sejelas mungkin.
4. Jangan Melompat
Menghindari api dengan melompat dari ketinggian justru berisiko fatal. Tetap bertahan hingga bantuan datang.
Perlindungan dari Asap Kebakaran
1. Jika asap mulai masuk ke dalam ruangan, segera cari ruangan tertutup dan jauh dari sumber asap.
2. Tetap di tempat aman sambil menunggu evakuasi dari petugas penyelamat.
Tragedi DPRD Makassar menunjukkan bahwa pengetahuan dasar memang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. Dengan tiga korban jiwa sebagai catatan kelam, kebakaran ini diharapkan menjadi peringatan keras agar protokol keselamatan tidak lagi dianggap sepele.













