KabarMakassar.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Pimpinan Baznas Daerah dan Kualifikasi 3 Bidang Pengelolaan Zakat yang berlangsung di Hotel Racing Center, Makassar pada Selasa (08/07).
Kegiatan ini berlangsung hingga 12 Juli 2025 dan diikuti puluhan pimpinan BAZNAS daerah se-Sulsel dan sejumlah kawasan di Indonesia Timur.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme para amil di Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur.
“Para amil dituntut tidak hanya memahami aspek syariat, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang memadai. Hal ini penting untuk memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara transparan, efektif, dan kredibel, sehingga amanah para muzaki tersampaikan secara tepat, cepat, dan berdampak luas,” ungkapnya.
Achmad menyebut bahwa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kompetensi yang lengkap dalam tata kelola zakat yang profesional dan sesuai standar nasional.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai amil sesuai posisi di lembaganya, sekaligus dapat meningkatkan kinerja secara profesional,” sebutnya.
Ketua BAZNAS Sulsel, Muh. Khidri Alwi mengatakan bahwa pelatihan kompetensi dan sertifikasi ini wajib diikuti para pimpinan BAZNAS daerah untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme para amil.
“Kita mengharapkan bagaimana mereka bisa meningkatkan kinerja dan tentu mereka akan mendapatkan banyak pengetahuan sehingga kinerja mereka akan lebih baik lagi,” sebutnya.
Muh. Khidri Alwi menyebut bahwa sekitar 60 persen pimpinan BAZNAS di Sulsel telah tersertifikasi dan kompeten.
“Kalau pimpinan sudah sekitar 60 persen yang telah mengikuti kegiatan ini, kalau amil baru sekitar 40 persen,” pungkasnya.
