KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, berencana mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk melanjutkan program Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE).
Rencana ini diungkapkan oleh Danny Pomanto, sapaan akrabnya, dalam acara Simposium Pemkot Makassar dan Dinner Bersama Monash University of Australia di Tokka Tena Rata, Rabu (17/07) malam.
Danny menyatakan bahwa Perwali tersebut akan memastikan kesinambungan program RISE, yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi lingkungan permukiman informal di Makassar.
“Saya akan buat peraturan wali kota spesial untuk RISE agar program ini berkesinambungan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa satu slot anggaran khusus akan disiapkan untuk mendukung kelanjutan program ini, sebagai bentuk komitmen Pemkot Makassar terhadap lingkungan.
Program RISE dianggap sebagai anugerah bagi Makassar, yang telah memberikan dampak positif pada lingkungan dan masyarakat.
Danny menekankan pentingnya menjaga dan melanjutkan program ini, seraya menyebutnya sebagai bagian dari identitas dan nilai-nilai masyarakat Makassar.
“RISE adalah Siri’na pacce kita. Kini sudah terbentuk ‘titik’, selanjutnya akan menjadi ‘garis’, lalu ruang dan kehidupan,” jelasnya dengan bangga.
Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan Monash University of Australia.
Direktur Eksekutif Monash University, Diego Ramires, Karin Ledder, dan Tony Wong, menyampaikan apresiasi mereka terhadap kepemimpinan Danny Pomanto.
Mereka memuji visi masa depan Danny dan kemampuannya dalam mengkonsolidasikan masyarakat serta berbagai dinas di Makassar untuk mendukung program RISE.
“Saya bangga dengan tim RISE yang ada di Makassar juga dengan kepemimpinan Danny Pomanto,” kata Diego.
Program RISE, yang berfokus pada pengolahan air limbah dengan teknologi ramah lingkungan, telah mengubah paradigma penanganan air kotor di Makassar.
Selain meningkatkan sanitasi, program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih. Sejauh ini, RISE telah diterapkan di beberapa wilayah seperti Untia, Alla-Alla, Bonelengga, Barombong, Tallo, dan Bulurokeng Biringkanaya.
Untuk informasi, Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) telah resmi diluncurkan di Kampung Bonelengga, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Selasa (16/07) kemarin.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal di Kota Makassar dengan target mengentaskan kawasan kumuh menjadi kawasan yang layak huni.
Peresmian ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Co-Director RISE dari Monash University, Profesor Diego Ramirez-Lovering, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Ervan Maksum, dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Ada pula,Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, Penjabat (Pj) Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra, beberapa kepala OPD lingkup Pemkot Makassar, serta 40 peneliti dari luar negeri juga turut hadir.
Profesor Diego Ramirez-Lovering menyoroti pentingnya pengembangan solusi berkelanjutan untuk permukiman kumuh.
Menurutnya, sekitar satu miliar orang tinggal di permukiman kumuh, dan angka tersebut diperkirakan akan bertambah hingga tiga miliar jiwa pada tahun 2050.
“Tantangan ini diperparah oleh dampak perubahan iklim yang menjadikan permukiman kumuh semakin rawan banjir, terancam kenaikan permukaan air laut, dan rentan terhadap cuaca ekstrem,” ungkapnya.
