KabarMakassar.com — Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga warga yang dilaporkan hilang secara misterius di perairan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6).
Ketiganya ditemukan dalam kondisi selamat saat Tim BPBD Kabupaten Jeneponto bersama Syahbandar, TNI/Polri, beserta relawan nelayan melakukan penyisiran.
” Seluruh warga yang sebelumnya dilaporkan belum kembali di perairan Kecamatan Arungkeke telah ditemukan dalam keadaan selamat,” tulis Pusdalops BPBD Kabupaten Jeneponto melalui keterangan resminya. Kamis (11/6).
Dengan ditemukannya ketiga wara tersebut, maka seluruh nelayan dari dua insiden beruntun di laut Arungkeke pada hari ini dipastikan telah dievakuasi dalam keadaan hidup. Masing-masing korban bernama Rahmat, Burhan Rifki, Hamang dan Uding.
Setelah kelima korban dinyatakan selamat, maka operasi pencarian Tim SAR gabungan akhirnya ditutup.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan laut beruntun terjadi di perairan Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dua orang nelayan yang perahunya terbalik berhasil diselamatkan, namun satu perahu warga yang sempat ikut melakukan pencarian kini justru dilaporkan hilang misterius.
“Hingga saat ini BPBD Kabupaten Jeneponto bersama unsur terkait masih melakukan upaya pencarian terhadap perahu beserta ketiga penumpangnya yang belum kembali,” tulis laporan resmi Pusdalops BPBD Jeneponto, Kamis (11/6).
Rentetan peristiwa ini bermula sekitar pukul 10.00 WITA. Petugas BPBD menerima laporan darurat adanya perahu nelayan yang terbalik dan tenggelam di perairan Kampung Lassang-Lassang, Dusun Lassang-Lassang, Desa Arungkeke.
Berdasarkan laporan, perahu tersebut ditumpangi oleh dua orang nelayan bernama Burhan dan Rahmat. Menindaklanjuti laporan itu, Tim SAR Gabungan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penyisiran.
Setelah melakukan pencarian, Burhan dan Rahmat akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh personel Syahbandar Jeneponto. Kedua korban langsung dievakuasi ke daratan dan diantarkan kembali ke rumah masing-masing.
Namun di tengah kelegaan tersebut, situasi darurat baru justru kembali pecah. Pada pukul 12.00 WITA, petugas menerima informasi bahwa ada satu unit perahu milik warga yang sebelumnya ikut turun melaut membantu mencari korban, justru belum kembali ke daratan.
Perahu yang bertindak sebagai tim pencari mandiri itu dilaporkan hilang kontak di perairan Pandang-pandang, Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke.
Berdasarkan data dari BPBD Jeneponto, perahu yang hilang tersebut memiliki ciri fisik berwarna ungu dan mengangkut 3 orang penumpang. Identitas ketiga korban yang hilang yaitu, Hamang, Rifki dan Uding.
Hingga sore ini, personel gabungan dari BPBD, Syahbandar, TNI/Polri, beserta relawan nelayan setempat masih terus melakukan operasi pencarian intensif di sepanjang perairan Arungkeke guna melacak keberadaan perahu ungu tersebut.














