Indeks
News  

Tekan Angka Stunting, Puskesmas Bululoe Lakukan Kunjungan ke Rumah Warga

Tekan Angka Stunting, Puskesmas Bululoe Lakukan Kunjungan Rumah Warga
Petugas Puskesmas Bululoe dan para remaja jaring smart saat memberikan arahan ke rumah warga (Dok : Ist)

KabarMakassar.com — Puskesmas Bululoe, kian intens melakukan upaya pencegahan stunting di di Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu upaya dalam penanganan stunting di wilayah kerjanya itu yakni dengan melakukan kunjungan rumah ke keluarga stunting.

“Kunjungan rumah bertujuan untuk melakukan edukasi, intervensi spesifik, konseling gizi, pengukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala, serta pemeriksaan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk selalu mengontrol tumbuh kembang bayi, pola makan bayi dan balita serta pola asuh orang tua,” ucap Kepala Puskesmas Bululoe, Alim Bachri.

Dalam kunjungan ini, Alim menyebut jika pihaknya dibantu oleh beberapa remaja jaring smart yang merupakan kelompok remaja peduli kesehatan yang sudah dilatih, dibimbing dan dibekali oleh pihak Puskesmas itu sendiri.

Berkat upaya tersebut, angka prevalensi stunting terkhusus di wilayah kerja Puskesmas Bululoe terus menurun dan menunjukkan perubahan yang positif dan cukup signifikan. Hal ini berdasarkan data pada tiga tahun terakhir.

“Pada tahun 2023 jumlah stunting berada pada angka 22 %, tahun 2024 turun menjadi 16,8% dan data terakhir sampai april 2025 turun menjadi 15,6 %,” ungkap Alim.

Menurut Alim, turunnya angka stunting ini juga disebabkan karena pihaknya bersama pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto dan lintas sektoral terus berkomitmen untuk bergotongroyong menekan angka prevalensi stunting di masing-masing wilayah.

Seperti kita ketahui bahwa stunting merupakan program strategis nasional yang menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak sehingga generasi emas tahu 2045 bisa terwujud. Untuk itu, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun daerah (Kabupaten atau kotamadya) setiap tahunnya gencar melakukan program-program untuk menurunkan dan menekan angka prevalensi stunting.

Terkhusus Kabupaten Jeneponto bisa dibilang angka prevalensi stunting masih cukup tinggi, berdasarkan data SSGI terbaru, Kabupaten Jeneponto menduduki urutan kedua kabupaten dengan angka stunting tertinggi dengan angka prevalensi kurang lebih 36%. Tingginya angka ini sehingga membuat pemerintah daerah beserta jajarannya menekan permasalahan tersebut.

Maka dari itu, Puskesmas Bululoe sebagai unit pelaksanaku teknis dari dinas kesehatan giat melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencegah dan mengendalikan angka stunting yang ada di wilayah kerjanya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version