kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Tamsil Linrung Tegaskan Peran Strategis Perguruan Tinggi

Tamsil Linrung Tegaskan Peran Strategis Perguruan Tinggi
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan yang lebih merata di daerah.

Pesan itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Tematik DPD RI yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (FEB UMI), Jumat (22/08).

Menurut Tamsil, arah pembangunan Indonesia tidak boleh lagi berpusat di Jakarta, melainkan harus dimulai dari desa, kota kecil, dan kawasan pinggiran. Untuk mewujudkan itu, kampus memiliki posisi strategis karena menguasai sumber daya manusia, riset, dan kapasitas akademik.

“Kampus harus ikut ambil bagian. Apalagi jika sudah berstatus BLU atau bahkan PTN-BH, maka ruang kontribusinya jauh lebih besar. Kerja sama dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha bisa menjadi pintu masuk bagi inovasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan peluang kerja sama yang terbuka dengan investor asal Korea Selatan di sektor kesehatan dan energi terbarukan. Tawaran kolaborasi ini, kata Tamsil, menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga bisa berperan sebagai motor penggerak ekonomi.

“Sayang sekali jika peluang besar ini hanya digarap swasta. Perguruan tinggi bisa dan harus ikut terlibat agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat,” tegas senator asal Sulsel itu.

Tamsil juga mengaitkan peran kampus dengan Asta Cita Presiden yang menekankan pembangunan dari desa dan pinggiran. Program-program strategis seperti makan bergizi gratis, dana desa, hingga ketahanan pangan, menurutnya, hanya akan efektif jika perguruan tinggi turun langsung memberi pendampingan dan solusi berbasis riset.

“Perguruan tinggi punya kapasitas akademik dan riset. Itu harus diturunkan ke lapangan agar pembangunan daerah tidak hanya jadi program di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FEB UMI, Muhammad Syafi’i A Basalamah, menilai Asta Cita Presiden perlu direspons bersama, termasuk oleh perguruan tinggi. Menurutnya, tanpa kontribusi kampus, arah pembangunan berbasis desa dan pinggiran sulit berjalan maksimal.

error: Content is protected !!