KabarMakassar.com — Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, mendorong masyarakat memaksimalkan penggunaan aplikasi pengaduan publik Lontara+ sebagai kanal utama menyampaikan berbagai persoalan layanan dasar di kota ini.
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, sistem aduan digital menjadi solusi mempercepat respon pemerintah terhadap keluhan warga tanpa harus melalui prosedur manual.
“Dengan Lontara+, kita bisa adukan berbagai masalah di situ seperti pohon tumbang, layanan kesehatan yang kurang baik, atau drainase,” ujarnya, Jumat (13/02).
Ia menilai, kehadiran platform tersebut memang dirancang untuk memangkas jalur birokrasi yang selama ini dinilai lamban. Laporan warga, kata dia, langsung terdistribusi ke instansi teknis sehingga tindak lanjut bisa segera dilakukan.
“Layanan aduan di aplikasi Lontara+ itu cepat direspon. Inovasi ini bisa menjawab keluhan masyarakat,” tegasnya.
Anggota Komisi D DPRD Makassar yang membidangi kesejahteraan masyarakat itu juga menekankan bahwa digitalisasi pengaduan membuat seluruh laporan terdokumentasi dan terukur progres penanganannya.
“Hanya dengan aplikasi, semua keluhan bisa terakomodir. Tidak perlu lagi mengadu langsung ke kantor,” lanjutnya.
Meski mendorong pemanfaatan kanal digital, Suhada memastikan dirinya tetap membuka ruang penyerapan aspirasi warga secara langsung. Setiap laporan yang masuk, baik melalui aplikasi maupun jalur komunikasi lain, akan dikawal hingga ke OPD terkait.
“Saya hadir untuk menyerap aspirasi semua warga. Nanti kita sampaikan ke pihak terkait dan dikawal dengan baik,” tukasnya.













