KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menambah enam titik pembangunan Sekolah Rakyat baru pada tahun 2026.
Penambahan ini dilakukan setelah seluruh persyaratan yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi, menyusul capaian progres program Sekolah Rakyat Sulsel yang kini menjadi terbaik kedua di luar Pulau Jawa.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim daerah yang terus berupaya memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dia menyebut, tambahan enam titik baru tersebut akan melengkapi sembilan titik Sekolah Rakyat permanen yang sudah ada saat ini.
“Ya, kalau sekolah rakyat di Sulawesi Selatan itu, ya, progresnya itu yang terbaik kedua di luar Jawa. Ini Pak Malik (Kepala Dinas Sosial) sudah bekerja siang malam untuk mewujudkan itu,” ujar Jufri Rahman, Selasa (11/11/2025).
Jufri menjelaskan bahwa semua persyaratan yang diminta oleh pemerintah pusat telah terpenuhi, sehingga pembangunan enam titik baru bisa segera direalisasikan tahun depan.
“Semua persyaratan yang diminta oleh pemerintah pusat telah kita penuhi, sehingga dari 9 titik yang ada saat ini, permanen, ya, itu akan ditambah nanti, mudah-mudahan tahun depan 6 titik,” lanjutnya.
Jufri menegaskan, pemerintah pusat mensyaratkan ketersediaan lahan sebagai komitmen daerah yang mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat.
Pemerintah pusat akan menanggung seluruh biaya pembangunan melalui APBN, sementara penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Dan tadi saya sudah menyampaikan kepada kepala daerah untuk berikhtiar, menyiapkan persyaratan yang diminta, lalu mengajukan diri, karena pemerintah pusat itu selalu mensyaratkan ketersediaan lahan untuk dibangun,” katanya.
“Mereka hanya menyiapkan biaya pembangunan, kemudian untuk desain dan seterusnya, tetapi lahannya disiapkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota, bahkan pemerintah provinsi, yang menginginkan dibangunkan sekolah rakyat,” imbuh Jufri.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa program Sekolah Rakyat ini akan berkelanjutan karena seluruh pendanaannya telah dijamin melalui APBN.
“Dan ini semuanya nanti akan dibiayai dari APBN. Sehingga kekhawatiran atas keberlangsungan program ini bisa kita nafikan, karena insyallah semuanya akan permanen pendanaannya dari APBN,” pungkas Jufri.














