kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Syaharuddin Ungkap Strategi Jaga Harga Telur di Tengah Permintaan Tinggi

Syaharuddin Ungkap Strategi Jaga Harga Telur di Tengah Permintaan Tinggi
Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif saat Memaparkan Harga Telur usai Bertemu Mentan Amran Sulaiman (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan strategi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjaga stabilitas harga telur di hadapan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam forum bersama kepala daerah di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (9/6).

Syaharuddin menjelaskan bahwa Pemkab Sidrap secara rutin memfasilitasi pertemuan antara peternak dan pedagang untuk menyepakati harga telur sehingga tercipta keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen.

“Kami melakukan rapat mingguan setiap Selasa malam dan Jumat malam untuk menyepakati harga telur bersama antara peternak dan pedagang. Setelah harga disepakati, hasilnya dipublikasikan melalui media sosial resmi pemerintah, peternak, dan videotron,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, mekanisme tersebut telah diterapkan selama satu tahun empat bulan dan terbukti efektif menjadi acuan harga telur di kawasan Indonesia Timur. Pemerintah daerah, kata dia, berperan sebagai mediator agar pasar tetap berjalan sehat dan tidak memicu gejolak harga.

“Langkah ini telah berjalan selama satu tahun empat bulan dan terbukti efektif menjadi patokan harga untuk wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Meski demikian, Syaharuddin mengakui dalam sebulan terakhir terjadi penurunan serapan telur yang memengaruhi harga pasar. Salah satu penyebabnya adalah tradisi masyarakat Bugis yang dikenal dengan ‘Uleng Cipi’, yakni periode minim hajatan selama musim haji sehingga permintaan telur menurun.

“Sebentar malam kami akan kembali menggelar rapat koordinasi. Insya Allah, harga telur akan segera membaik,” tuturnya.

Selain membahas stabilitas harga, Syaharuddin juga memaparkan program One Day One Egg yang dijalankan di Kabupaten Sidrap untuk meningkatkan konsumsi telur sekaligus memperbaiki gizi masyarakat.

“Alhamdulillah berkat program ini dan upaya-upaya lintas sektor lainnya, Sidrap mencatatkan capaian signifikan, yakni angka kemiskinan dan stunting rendah, serta lonjakan pertumbuhan ekonomi dari 4,05 persen menjadi 7,71 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah menjaga kesejahteraan peternak melalui sejumlah kebijakan, termasuk penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) telur sebesar Rp26.500 per kilogram, dukungan SPHP jagung dari Bulog, serta penguatan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menjaga serapan produksi telur nasional.

error: Content is protected !!