kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Surplus Produksi Beras, Amran Sulaiman Yakin Swasembada Pangan Tercapai Tahun Ini

Surplus Produksi Beras, Amran Sulaiman Yakin Swasembada Pangan Tercapai Tahun Ini
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia berada di jalur yang tepat untuk meraih swasembada pangan dalam waktu dekat. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia disebutnya menjadi titik penting untuk melakukan lompatan besar di sektor pertanian.

“Ini hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Kita jadikan momen ini untuk melompat secara eksponensial di semua komoditas, khususnya pangan. Insyaallah, tahun ini kita bisa merebut swasembada pangan,” ujar Amran dalam keterangannya, Senin (18/08).

Amran menyebut percepatan pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto, kerja keras jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), dan para petani di lapangan. Menurutnya, target yang semula tercapai dalam empat tahun bisa dipangkas menjadi satu tahun.

Hingga September 2025, produksi beras nasional diproyeksikan surplus 4,86 juta ton, sementara stok beras di Perum Bulog menembus 4,2 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah. Nilai Tukar Petani (NTP) juga tercatat naik hingga 122 persen, melampaui target pemerintah.

Selain itu, Kementan berhasil meraih kembali predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setelah sebelumnya hanya mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Reformasi birokrasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari skor 79,64 menjadi 85,12. Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut naik dari 66,79 menjadi 74,46.

Pencapaian tersebut mendapat pengakuan dari berbagai lembaga, termasuk Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), FAO, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sejak Januari 2025, Indonesia juga resmi menghentikan impor beras, yang ikut menekan harga beras dunia dari US$460 menjadi US$370 per ton.

“Artinya, petani Indonesia tidak hanya menyejahterakan bangsanya sendiri, tetapi juga ikut menjaga stabilitas pangan global,” tegas Amran.

Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa swasembada pangan akan menjadi kenyataan tahun ini.

“Tanpa pangan, negara bisa bermasalah. Dengan pangan yang kuat, bangsa ini berdiri tegak. Inilah makna sejati swasembada yang akan kita bantah tahun ini,” tutupnya.

error: Content is protected !!