Indeks
News  

Sukreni Sebut Pendapatan RSUD Sayang Rakyat Lampaui Target Rp24 Miliar

Sukreni Sebut Pendapatan RSUD Sayang Rakyat Lampaui Target Rp24 Miliar
RSUD Sayang Rakyat (Dok: Ist).

KabarMakassar.com – Pendapatan UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat melampaui target pada Tahun Anggaran 2025.

Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu membukukan realisasi pendapatan lebih dari Rp24 miliar atau mencapai 103,29 persen.

Capaian tersebut terungkap dalam rapat kerja Komisi E DPRD Sulsel terkait pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (13/7).

Direktur UPT RSUD Sayang Rakyat, drg Sukreni Abdullah, mengatakan target pendapatan rumah sakit pada 2025 dipatok sebesar Rp23.241.417.100. Hingga tutup buku 31 Desember, realisasinya menembus sekitar Rp24,007 miliar.

“Target pendapatan tahun anggaran 2025 sebesar Rp23.241.417.100, dengan realisasi sampai 31 Desember 2025 sebesar Rp24.007.187.000 lebih atau 103,29 persen,” kata Sukreni.

Dengan capaian itu, pendapatan RSUD Sayang Rakyat melampaui target sekitar Rp765 juta. Kinerja pendapatan tersebut berjalan di tengah realisasi belanja rumah sakit yang juga mencapai lebih dari 96 persen.

Sukreni memaparkan, alokasi belanja RSUD Sayang Rakyat pada 2025 sekitar Rp32,68 miliar. Dari pagu tersebut, anggaran yang terealisasi mencapai sekitar Rp31,54 miliar atau 96,23 persen. Sementara realisasi fisik dilaporkan mencapai 100 persen.

“Realisasi anggaran sampai dengan tanggal 31 Desember sebesar Rp31,548 miliar lebih atau 96,23 persen dan realisasi fisik sebesar 100 persen,” ujarnya.

Belanja itu tersebar pada sejumlah program. Program penunjang urusan pemerintahan daerah mendapat alokasi sekitar Rp23,92 miliar dengan realisasi Rp23,35 miliar atau 97,63 persen.

Sementara program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dialokasikan sekitar Rp8,70 miliar. Realisasinya mencapai Rp8,10 miliar atau 94,09 persen.

Namun, program peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan yang memiliki anggaran Rp50 juta tidak mencatat realisasi keuangan maupun fisik sepanjang 2025.

“Realisasi fisik maupun realisasi keuangan ini tidak ada, itu nol persen,” ungkap Sukreni.

Dalam laporan keuangannya, RSUD Sayang Rakyat juga mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) 2025 sebesar Rp1,33 miliar.

Di sisi lain, rumah sakit masih memiliki utang Tahun Anggaran 2025 senilai Rp1,37 miliar. Sebesar Rp643,27 juta dari kewajiban tersebut telah dibayarkan pada 2026. RSUD Sayang Rakyat juga membukukan piutang Rp103,94 juta.

“Kami mempunyai utang tahun anggaran 2025 sebesar Rp1.374.463.592 dan telah terbayarkan sebesar Rp643.273.989 pada tahun 2026. Kemudian kami pun mempunyai piutang tahun anggaran 2025 sebesar Rp103.946.423,” jelasnya.

Meski pendapatan melampaui target, pengelolaan RSUD Sayang Rakyat masih mendapat sejumlah catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sukreni menyebut terdapat tiga temuan pemeriksaan yang harus ditindaklanjuti manajemen rumah sakit.

Temuan tersebut meliputi kesalahan penganggaran akibat batas minimal kapitalisasi yang belum sepenuhnya dipedomani, pengelolaan pendapatan hasil kerja sama pendidikan dan pelatihan BLUD yang belum sesuai ketentuan, serta penatausahaan aset tetap.

“Rumah Sakit Sayang Rakyat akan menindaklanjuti rekomendasi BPK untuk memperhatikan substansi masing-masing jenis belanja dan menyusun serta mengajukan RKA SKPD untuk tahun selanjutnya,” tukas Sukreni.

error: Content is protected !!
Exit mobile version