KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah berada dalam posisi stagnan atas dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/7).
Dimana, rupiah mengalami pergerakan di tengah sentimen positif dari lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia juga outlooknya.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah kini ada di posisi Rp18.100 per dolar AS atau tidak ada kenaikan maupun penurunan dibanding dengan penutupan perdagangan lalu.
Tercatat, perdagangan Senin (13/07), rupiah terpantau lesu dan ditutup menurun sebanyak 0,30 persen ke posisi Rp18.100 per dolar AS.
Perdagangan hari ini, nampak pergerakan rupiah mendapatkan kabar baik usai lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.
Keputusan itu, menegaskan level Indonesia, ada dalam kategori layak investasi atau investmen grade dalam ketidakpastian ekonomi global yang cukup tinggi.
S&P menyampaikan jika pelemahan sejumlah indikator fiskal serta eksternal Indonesia bersifat sementara.
Kondisi itu, kemudian memiliki potensi untuk menjadi lebih baik seiring dengan stabilnya arah kebijakan pemerintah juga implementasi kebijakan yang lebih efektif.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan jika afirmasi rating dari S&P mengindikasikan kuatnya kepercayaan investor serta pemangku kepentingan internasional atas perekonomian Indonesia.
