KabarMakassar.com – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kompleks Pergudangan Panaikang, Perum Bulog Makassar, Senin (11/08), mengungkap fakta bahwa stok beras di wilayah ini dalam kondisi penuh hingga memaksa Bulog menyewa gudang tambahan. Namun, terbatasnya kapasitas pengemasan dinilai berpotensi memperlambat distribusi dalam skala besar.
Rombongan berjumlah 10 anggota DPR RI itu dipimpin Ketua Komisi IV, Siti Hediati Soeharto, dan didampingi langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi. Mereka meninjau langsung gudang penyimpanan, proses pengemasan, dan unit pengolahan beras.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menjelaskan bahwa gudang Bulog Makassar saat ini tidak hanya menampung stok lokal, tetapi juga beras impor, termasuk pasokan dari tahun 2024.
“Kita melihat stok penuh, bahkan sampai memerlukan sewa gudang tambahan. Unit pengolahan beras di sini cukup baik, walaupun kapasitasnya masih kecil,” ujarnya.
Kapasitas pengemasan di Bulog Makassar saat ini hanya sekitar 30 ton per hari. Menurut Abdul Kharis, kondisi ini menjadi tantangan ketika ada program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam jumlah besar.
“Kalau program SPHP dilakukan masif, prosesnya bisa terhambat karena kapasitas terbatas,” tambahnya.
Dalam peninjauan, rombongan juga melihat langsung proses penyegaran beras yang disimpan jangka panjang. Beras dibersihkan dari debu dan dipisahkan dari butir yang patah atau rusak.
“Kualitas beras yang kurang baik dikeluarkan dulu, lalu disegarkan. Setelah diproses, tingkat kerusakan bisa ditekan hanya 15 persen,” jelasnya.
Ia juga mencatat bahwa kualitas beras impor tahun 2024 lebih baik dibandingkan stok impor tahun 2020. “Ini menarik, karena meskipun impor, kualitasnya terjaga lebih baik dibandingkan batch lama,” ungkapnya.
Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengapresiasi perhatian Komisi IV DPR RI terhadap ketahanan pangan daerah, khususnya di Kota Makassar.
“Kami menyambut baik upaya ini, karena ketersediaan pangan adalah hal yang sangat vital,” ujarnya.
“Pemerintah Kota akan terus bersinergi dengan Bulog dan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan beras warga selalu terpenuhi,” tambah Appi.
