KabarMakassar.com — Puluhan orang dengan setelan baju krem duduk rapi di dalam aula Sentra Wirajaya Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar.
Tampak beberapa kursi roda dan tongkat tersimpan di samping kursi berwarna merah tersebut.
Mereka adalah 30 peserta dari penyandang disabilitas untuk mengikuti pembukaan pelatihan Sahabat Inspiratif Pelindo Difablepreneur.
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menjadi inisiator dari pelatihan pada 1 Desember 2025 tersebut.
Pelatihan ini juga bekerjasama Sentra Wirajaya Makassar, dan Persatuan Istri Pegawai (PIP) PT SPJM.
Peserta yang merupakan penyandang disabilitas akan dilatih menjadi pengusaha andal. Dalam pelaksanaan, mereka akan mendapatkan pelatihan pembuatan totebag dan batik ciprat.
Totebag merupakan tas jinjing yang biasanya terbuat dari bahan seperti kanvas atau kulit, untuk membawa berbagai macam barang.
Sementara batik ciprat merupakan jenis batik yang dibuat dengan teknik mencipratkan larutan malam atau cat warna ke kain secara bebas.
SVP Sekretaris Perusahan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan pelatihan dihadirkan untuk mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Nantinya pemateri hingga bahan untuk pembuatan totebag dan batik ciprat akan disiapkan SPJM.
“Ini bentuk kolaborasi kedua yang kita harapkan bukan hanya bantuan, tetap bisa membuat teman-teman lebih mandiri,” jelas Tubagus, berdasarkan keterangan yang diterima Sabtu (06/12).
Bukan hanya pelatihan pembuatan totebag dan batik ciprat, SPJM juga akan membantu dalam pemasaran produk.
SPJM akan berkolaborasi dengan Persatuan Istri Pegawai PT SPJM, untuk memasarkan produk yang dibuat peserta.
“Kami membantu dan hasilnya dijual dan diberikan kepada penyandang disabilitas,” kata Ketua Harian PIP SPJM, Zahira.
Hari Disabilitas Internasional
Dalam kesempatan itu, SPJM juga menyerahkan bantuan empat kursi roda elektrik, delapan kursi roda biasa, dan dua tongkat.
Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, menyampaikan jika pelatihan ini merupakan rangkaian Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember.
Ia berharap, Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum dan mengingatkan bahwa individu memiliki hak berkembang.
“Kita apresiasi sebesar-besarnya kepada Pelindo yang memberdayakan disabilitas. Ini program pemberdayaan,” tuturnya.













