KabarMakassar.com — Ratusan warga memadati Stadion Mini Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol pada Senin (20/7) dini hari.
Antusiasme penonton tampak begitu besar. Warga sudah duduk rapi di tengah area stadion sambil bersorak riuh setiap kali tim yang mereka dukung mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol.
Tak hanya masyarakat umum, laga puncak ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Jeneponto H. Paris Yasir Dandim 1425 Jeneponto, serta sejumlah Kepala Dinas, Kepala Bidang, dan jajaran ASN lingkup Pemkab Jeneponto.
Pertandingan berjalan tensi tinggi sejak menit awal. Ketegangan memuncak memasuki menit ke-90+3 saat gelandang Argentina, Enzo Fernández, menerima kartu merah akibat akumulasi dua kartu kuning. Ia diusir keluar lapangan setelah melakukan tekel keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsí.
Meski harus bermain dengan 10 orang, Lionel Messi dan kawan-kawan masih mampu meladeni permainan kolektif yang ditunjukkan Lamine Yamal cs. Skor kaca mata 0-0 pun bertahan hingga waktu normal berakhir.
Memasuki babak tambahan waktu (extra time), Spanyol langsung mengurung lini pertahanan Argentina. Namun, ketangguhan Emiliano Martínez di bawah mistar gawang membuat serangan La Roja sempat frustrasi.
Petaka bagi Argentina akhirnya datang pada menit ke-106. Ferran Torres berhasil memecah kebuntuan dan merobek jala gawang Emiliano Martínez. Skor berubah 1-0 dan langsung membuat seisi Stadion Turatea bergemuruh hebat.
Di sisa menit krusial, Argentina mencoba keluar menyerang untuk membalas. Namun, hingga babak extra time usai, skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol tidak berubah.
Hasil ini mengantarkan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah kesuksesan pertama mereka pada tahun 2010 silam. Selepas peluit panjang ditiup, para pendukung La Roja langsung bersorak gembira merayakan kemenangan.
“Alhamdulillah tim kesayangan kami akhirnya berhasil mengangkat kembali trofi ini untuk kedua kalinya,” ujar salah satu penonton di lokasi.
Sebaliknya, suasana haru dan sedih menyelimuti kubu pendukung Argentina yang harus rela melihat tim kesayangan mereka gagal mempertahankan gelar juara.
“Hanya keberuntungan sehingga Argentina dikalah, meskipun di sisi lain, mengucapkan selamat kepada tim Spanyol,” imbuh salah seorang pendukung Argentina.
