kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sosok Kombes Ade Safri Simanjuntak Hingga Penetapan Tersangka Firli Bahuri

KabarMakassar.com — Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Ade Safri Simanjuntak belakangan menyita banyak perhatian karena menangani kasus pemerasan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kementerian Pertanian (Kementan).

Ade menyampaikan bahwa perkara yang berawal dari pengaduan masyarakat itu resmi naik ke penyidikan pada Sabtu (7/10).

Pasalnya, Polda Metro Jaya menduga kasus ini telah mengindikasikan adanya unsur dugaan pidana korupsi.

Dia menjelaskan dugaan pidana korupsi tersebut berupa pemerasan dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain oleh pegawai negeri, menyalahgunakan kekuasaan, memaksa seseorang memberikan sesuatu, menerima pembayaran dengan potongan, serta gratifikasi.

Sejumlah saksi telah diperiksa oleh Ade, mereka di antaranya mantan Syahrul Yasin Limpo, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, dan ajudan Firli Bahuri, Kevin Egananta.

Selain itu, belakangan Direktur Dumas KPK Tomi Murtomo, saksi ahli mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Mochammad Jasin.

Profil Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak

Ade Safri Simanjuntak lahir pada 26 Desember 1974 di Surabaya, Jawa Timur. Dia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1996 dengan spesialisasi dalam bidang Reserse. 

Selain Akpol, Ade juga mengikuti pendidikan lainnya mulai dari PTIK, Sespim pada 2010 dan Sesko TNI pada 2022.

Berdasarkan catatan Solopos, Ade sempat menjabat sebagai Kasat Lantas Polresta Solo pada 2007 hingga 2010. Saat itu, Joko Widodo tengah menjabat menjadi Wali Kota Solo pada periode 2005-2012.

Pada 2010, Ade diangkat menjadi perwira menengah (pamen) Polda Jateng dan kemudian menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim.

Pada awal 2020, Ade kemudian dimutasi kembali ke Polda Lampung dan menjabat sebagai Ditreskrimsus. Namun, pada tahun yang sama Ade kembali ditugaskan menjadi Kapolresta Surakarta.

Kemudian, pada 2023 hingga kini Ade menjabat sebagai Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya menggantikan posisi Kombes Auliansyah Lubis yang menjabat sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2011-2015 Abraham Samad mendesak penonaktifan terhadap Firli Bahuri Ketua KPK.

Dimana ia menilai seharusnya Firli Bahuri nonaktif dari jabatannya terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan selama polisi mengusut dugaan pemerasan yang dilakukan Pimpinan KPK pada eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Sebenarnya kalau mau idealnya, pimpinan KPK yang diduga melakukan pemerasan harusnya nonaktif dulu agar itu mempermudah proses pemeriksaan di Polda," ujar Abraham Samad saat dikutip kanal youtube MetroTV, Kamis (26/10) malam.

Samad juga mengatakan sikap serupa pernah dilakukan SYL ketika ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Politikus NasDem itu mengajukan pengunduran diri pada Presiden Joko Widodo usai ditetapkan sebagai tersangka.

error: Content is protected !!