KabarMakassar.com – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh HPC PMII Gowa di kawasan pertigaan Jalan Sultan Alauddin – Jalan AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Jumat sore (19/6) berakhir ricuh.
Massa aksi terlibat ketegangan hingga nyaris baku pukul dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Aksi yang berlangsung mulai pukul 16.30 WITA hingga 18.00 WITA ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Berdasarkan pantauan, kemacetan panjang hingga mencapai 8,7 kilometer terjadi dari arah Flyover menuju Alauddin, serta arah sebaliknya dari Kabupaten Gowa menuju Makassar. Kendaraan bermotor dilaporkan tidak dapat bergerak sama sekali selama kurang lebih dua jam.
Situasi mulai memanas ketika para demonstran membakar ban bekas dan menutup seluruh badan jalan sebagai bentuk protes. Petugas kepolisian yang berada di lokasi berusaha mengambil tindakan tegas dengan memadamkan api dan membuka blokade jalan guna mengurai kemacetan.
Namun, tindakan tersebut mendapat perlawanan sengit dari para pendemo. Ketegangan pertama pun pecah, memicu aksi saling dorong yang nyaris berujung pada baku pukul.
Situasi sempat mereda, tetapi kembali memanas untuk kedua kalinya saat polisi kembali mencoba membuka akses jalan yang ditutup massa. Kericuhan dan aksi saling dorong antara petugas dan demonstran kembali tak terhindarkan.
Jenderal Lapangan HPC PMII Gowa, Fernando, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
“Banyak ketimpangan yang terjadi saat ini. Pemerintahan Prabowo-Gibran belum menunjukkan arah yang sebenarnya, dan kebijakan yang ada nyatanya tidak pernah terealisasikan dengan baik ke rakyat,” ujar Fernando dalam orasinya.
HPC PMII Gowa mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi total program MBG guna mencegah potensi praktik korupsi yang meluas dan menolak kehadiran KDMP yang dinilai bukan menjadi solusi bagi kesejahteraan UMKM, melainkan justru mencekik para pelaku usaha rakyat kecil. Fernando menambahkan bahwa kebijakan ini seolah mengebiri semangat reformasi.
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 18.00 WITA, massa perlahan mulai membubarkan diri, dan pihak kepolisian masih berupaya keras mengurai sisa-sisa kemacetan panjang di sepanjang jalur trans-Makassar-Gowa tersebut.













