KabarMakassar.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan (Sulsel) menunggu sikap rakyat terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Di tengah perdebatan yang berkembang, PKS menegaskan fokus utama partai saat ini adalah penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq Daeng Nojeng, menyatakan bahwa baik pemilihan kepala daerah secara langsung maupun melalui DPRD sama-sama memiliki dasar konstitusional.
“Mau pemilihan via DPR ataupun pemilihan secara langsung, itu dua-duanya konstitusional, bisa dan sah,” ujar Daeng Nojeng, kepada awak media di gedung sementara DPRD Kota Makassar, Selasa (20/01).
Namun demikian, ia menegaskan PKS memilih untuk tidak terburu-buru membahas skema pilkada tersebut. Menurutnya, perhatian bangsa saat ini seharusnya diarahkan pada penanganan bencana yang terjadi di sejumlah daerah, khususnya di wilayah Sumatra bagian barat.
“Saat ini saudara-saudara kita di Aceh, Padang, Medan, dan wilayah Sumatra barat sedang mengalami bencana. Fokus kita harus ke sana dulu,” katanya.
Ia menilai, pembahasan teknis terkait sistem pemilihan masih memiliki ruang waktu di tahun-tahun mendatang, sementara kondisi darurat akibat bencana membutuhkan respons segera dan nyata dari seluruh elemen bangsa.
“Untuk membicarakan soal itu masih ada tahun-tahun selanjutnya. Sekarang kita sedang berada dalam kondisi musibah,” tegasnya.
Selain faktor kebencanaan, PKS juga menekankan pentingnya memperhatikan aspirasi publik dalam menentukan arah kebijakan politik nasional. PKS mengingatkan agar tidak muncul keputusan yang justru memicu penolakan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita pusatkan di DPR, tetapi masyarakat tidak menerima. Itu bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan wakil rakyat memiliki kewajiban mendengar serta menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kedaulatan milik rakyat. Kita ini wakil rakyat, jadi harus memperhatikan dinamika yang ada,” ucapnya.
Ia menambahkan, hingga kini PKS belum memutuskan pilihan akhir terkait skema pilkada. Partai, kata dia, tetap membuka ruang dialog dan menerima masukan dari masyarakat keputusan PKS akan memikirkan suara rakyat.
“Dua-duanya kami akui konstitusional, tapi fokus kami sekarang adalah membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan tentu saja kalau membahas terkait Pilkada kami PKS mendengarkan keinginan masyarakat,” pungkasnya.













