KabarMakassar.com — Dinas Pendidikan Kota Makassar menilai proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMP Negeri 3 Makassar berjalan sesuai target meski sekolah tersebut menjadi salah satu tujuan favorit calon peserta didik.
Penilaian itu disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Akhmad Muhajir Arif, usai mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan pemantauan langsung di sejumlah sekolah, Rabu (17/6).
Menurut Muhajir, SMP Negeri 3 mampu mengantisipasi tingginya jumlah pendaftar dengan mengoptimalkan kinerja tim verifikator sehingga proses pemeriksaan berkas tetap berlangsung lancar.
“SMP 3 cukup antisipatif dalam memberikan solusi. Secara persentase, proses verifikasi di sekolah ini berjalan normal. Ini menunjukkan kinerja tim verifikator yang cukup baik dan cepat,” ujarnya.
Pemantauan dilakukan di SMP Negeri 6 Makassar dan dilanjutkan ke SMP Negeri 3 Makassar untuk memastikan seluruh tahapan verifikasi SPMB berjalan sesuai jadwal.
Meski demikian, Muhajir mengakui sekolah-sekolah dengan daya tampung besar masih menghadapi tantangan akibat tingginya jumlah pendaftar, terutama di SMP Negeri 3, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 8 Makassar.
Sebagai langkah percepatan, Dinas Pendidikan bersama tim teknologi informasi telah menambah personel verifikator di sekolah yang mengalami lonjakan berkas.
“Kemarin kami sudah mengunjungi SMP 6 dan alhamdulillah sudah ada solusi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan bersama tim IT Kominfo, yaitu dengan penambahan tim teknis verifikator untuk mempercepat proses verifikasi,” katanya.
Disdik Makassar menargetkan seluruh proses verifikasi rampung sebelum pengumuman hasil seleksi pada 18 Juni 2026. Karena itu, sekolah diminta segera melaporkan apabila menemui kendala teknis maupun administratif selama pelaksanaan SPMB.
“Kami selalu mengingatkan kepala sekolah, apabila ada kendala di sekolah, segera lakukan pengaduan ke Dinas Pendidikan. Kami memiliki helpdesk yang siap membantu penyelesaian berbagai persoalan teknis maupun administrasi,” tutur Muhajir.
Selain menerima laporan dari sekolah, helpdesk Dinas Pendidikan juga terus membuka layanan pengaduan masyarakat sebagai bagian dari evaluasi untuk memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berlangsung transparan, akuntabel, dan tepat waktu.













