KabarMakassar.com — Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar gelar sidak takjil di Jalan Andi Mappanyukki, (04/04).
Kepala BBPOM Makassar, Hardaningsih menjelaskan terdapat sebanyak 29 sampel makanan yang diuji dan tidak ditemukan adanya bahan kimia berbahaya sama sekali. "Ada 29 sampel yang kami uji dan hasilnya semua aman," ungkapnya.
Sebanyak 29 sampel tersebut diambil dari beragam jenis makanan berbuka puasa atau takjil seperti es buah, pisang ijo, batagor, getuk, donat, dan beragam gorengan yang dijajakan oleh penjual.
Pihaknya menyebut sidak takjil dilakukan guna memastikan bahan makanan bebas dari bahan-bahan kimia seperti formalin, borax dan prodamin atau pewarna tekstil yang biasanya banyak digunakan oleh pedagang curang.
Pengujian sampel makanan takjil dilakukan dengan menggunakan kendaraan uji sampel sehingga hasilnya dapat langsung dipastikan di lokasi sidak.
Selain itu untuk waktu pengujian bahan-bahan kimia berbahaya pada makanan seperti boraks dan formalin dibutuhkan waktu selama 10 menit namun untuk penguji warna prodamin hasilnya langsung muncul ketika dites.
Hardaningsih juga menegaskan masyarakat harus pandai dalam mengenali makanan takjil yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti dari aroma makanan, tekstur hingga warna makanan tersebut.
"Jadi kita bisa lihat dari aroma, tektur apakah keras dan kenyal sampai warna makanan yang biasanya mengkilat dan sangat terang," pungkasnya.