kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Seorang IRT di Jeneponto Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Seorang IRT di Jeneponto Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi
ilustrasi (Foto : int).

KabarMakassar.com — Warga Dusun Balangloe, Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh penemuan mayat seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) pada Selasa (28/7) petang.

Korban diketahui berinisial NH (55), warga Dusun Samataring, Desa Kaluku. Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbawa arus di selokan irigasi di belakang rumah warga sekitar pukul 18.00 WITA.

Kapolsek Batang, Iptu Purwanto,, membenarkan insiden pilu tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula saat korban berpamitan dari rumah untuk menuju ke sawah pada sore hari.

“Sekitar pukul 16.00 WITA, korban hendak pergi ke sawahnya. Namun hingga menjelang malam, korban tidak kunjung kembali,” ujar Iptu Purwanto dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Petaka mulai terkuak saat anak korban mendengar kabar yang beredar di tengah masyarakat setempat. Warga melaporkan telah melihat sesosok mayat perempuan hanyut di saluran irigasi, tepatnya di belakang rumah seorang warga berinisial S.

Mendengar informasi mengejutkan tersebut, pihak keluarga langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Isak tangis keluarga pun pecah saat mendapati NH sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Pihak keluarga kemudian langsung mengevakuasi jasad korban dari selokan ke rumah duka.

Menerima laporan dari warga, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Batang bergerak cepat. Kapolsek Batang Iptu Purwanto bersama piket fungsi tiba di TKP sekitar pukul 18.25 WITA.

Tak lama berselang, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman bersama Tim Identifikasi Polres Jeneponto tiba di rumah duka untuk melakukan pemeriksaan awal pada jasad korban. Dari hasil identifikasi luar, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh wanita paruh baya tersebut.

“Hasil identifikasi luar menemukan adanya luka lebam pada bagian pipi sebelah kiri dan bahu kiri depan. Selain itu, terdapat luka lecet pada pinggul kanan depan serta siku sebelah kanan,” ungkap AKP Nurman.

Berdasarkan hasil olah TKP awal, pihak kepolisian menduga korban mengalami kecelakaan murni saat beraktivitas di area persawahan. Korban diduga kuat terpeleset dan jatuh saat berusaha menyeberangi saluran irigasi yang memiliki lebar sekitar satu meter.

Meski tim kepolisian menemukan sejumlah luka fisik bekas benturan, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga besar Nur Hayati secara resmi menolak untuk dilakukan prosedur Visum et Repertum maupun autopsi medis.

Loading

error: Content is protected !!