Indeks
News  

Seleksi Direksi PDAM Masuk Tahap Akhir, Wawancara Segera Digelar

Seleksi Direksi PDAM Masuk Tahap Akhir, Wawancara Segera Digelar
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Proses seleksi direksi definitif Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memasuki tahapan lanjutan.

Sebanyak 24 peserta yang telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) dijadwalkan menjalani wawancara sebelum nama direksi definitif ditetapkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Zulkifly Nanda, mengatakan hingga saat ini pemerintah kota belum dapat menetapkan direksi definitif karena proses seleksi masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Belum sampai pada penetapan. Saat ini kami masih dalam proses pembentukan tim seleksi. Sebagian besar tim sudah ada, hanya ada beberapa tambahan, termasuk dari Kemendagri,” kata Zulkifly, Senin (20/07).

Ia menjelaskan, setelah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali dari ibadah umrah, tahapan wawancara akan segera dilaksanakan. Menurutnya, nilai UKK seluruh peserta sudah tersedia sehingga proses yang tersisa adalah pendalaman melalui wawancara.

“Nilai UKK sudah ada. Tinggal tahapan wawancara untuk melihat kesesuaian peserta dengan posisi direktur yang dipilih. Setelah itu baru dilakukan pengumuman. Jadi tidak langsung ditetapkan definitif karena masih ada mekanisme yang harus dijalankan,” ujarnya.

Zulkifly mengungkapkan, sebanyak 24 calon direksi yang sebelumnya mendaftar akan kembali mengikuti tahapan wawancara. Pada proses tersebut, panitia seleksi akan menggali visi, misi, serta kecocokan masing-masing peserta terhadap jabatan direktur yang dilamar.

“Semua peserta akan diwawancarai. Hasil wawancara nanti digabungkan dengan nilai UKK, kemudian disampaikan kepada Pak Wali sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan,” jelasnya.

Menanggapi isu yang menyebut sudah ada nama calon direksi yang dipastikan terpilih, Zulkifly membantah kabar tersebut. Ia menegaskan hingga kini belum ada penilaian akhir karena proses wawancara belum dilaksanakan.

“Belum ada nama yang ditetapkan. Yang ada baru hasil UKK. Kalau ada nama yang beredar, saya kira itu hanya prediksi. Penilaian akhirnya belum dilakukan karena tahapan wawancara belum berjalan,” tukasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version