kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Sekprov Sulsel Dorong Mapping Industri Jepang Sebelum Kirim Talenta

Sekprov Sulsel Dorong Mapping Industri Jepang Sebelum Kirim Talenta
Pertemuan Sekrpov Sulsel Jufri Rahman bersama Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekprov Sulsel), Jufri Rahman menerima audiensi Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, di Ruang Rapat Sekda, Rabu (05/11). Ia didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel Asrul Sani serta Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Cipta Karya (SDACK) Sulsel Astina Abbas.

Pertemuan ini mendiskusikan agenda lanjutan kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Jepang (Japan) terutama dalam sektor pemetaan peluang kerja, persiapan penempatan tenaga kerja melalui sistem magang, dan peningkatan daya saing lulusan vokasi di Sulsel.

Sekda Sulsel menegaskan bahwa ke depan hubungan kerja sama harus berbasis kebutuhan industri di Jepang.

“Kalau mau kerja sama sebaiknya pemerintah Jepang itu memetakan peluang-peluang lapangan kerja mana yang membutuhkan bisa diisi oleh orang Sulawesi Selatan,” jelasnya.

“Kemudian setelah itu, kirim instruktur dari Jepang ke Makassar lalu ajarkan teknologi apa yang dibutuhkan untuk kerja di sana. Setelah itu, fasilitasi mereka, bantu untuk masuk ke pasar kerja Jepang, industri mana yang membutuhkan,” tambahnya.

Jepang membuka peluang bagi tenaga kerja asing pada sejumlah sektor prioritas. Sulsel memiliki potensi kuat seperti perikanan, kultur rumput laut, maritim, dan rantai suplai agro. Koordinasi pemetaan kebutuhan industri ini menjadi titik krusial agar link and match berjalan tepat sasaran.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, memberi apresiasi atas ruang dialog yang terbuka.

“Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya dan kami bisa berdiskusi tentang kerjasama antara Pemprov Sulsel dan Pemerintah Jepang ke depannya,” sebutnya.

“Jadi hari ini kami sangat senang dapat tukar menukar pandangan yang itu sangat hasilnya baik bagi kedua negara. Maka saya mengharapka silaturahmi ini akan berjalan lancar ke depannya,” tuturnya.

Ohashi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Jepang sedang meninjau ulang mekanisme penerimaan tenaga kerja asing. Proses perubahan sistem imigrasi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar tenaga kerja dan memperkuat perlindungan bagi pekerja asing di Jepang.

“Sedang berjalan untuk perubahan sistem keimigrasian jepang, bagi tenaga kerja asing. Kami dari Kantor Konsulat Jepang di Makassar berusaha dengan sepenuhnya supaya nanti mendapat melihat terobosan keadaan sekarang untuk ke depannya,” pungkasnya.

error: Content is protected !!