Indeks
News  

Sekolah Alam Bosowa Peringati Hari Peduli Autisme dan Hari Buku Sedunia 2026

Sekolah Alam Bosowa Peringati Hari Peduli Autisme dan Hari Buku Sedunia 2026
Sekolah Alam Bosowa Peringati Hari Peduli Autisme Sedunia dan Hari Buku Anak Sedunia dengan Kegiatan Edukatif dan Inklusif. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia dan Hari Buku Anak Sedunia yang jatuh pada 2 April, Sekolah Alam Bosowa menggelar rangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya literasi sekaligus pemahaman tentang autisme, Kamis (2/4)

Kegiatan diawali dengan sesi membaca buku bersama yang mengangkat tema autisme. Selanjutnya, siswa mendapatkan materi khusus mengenai autisme, termasuk bagaimana cara menjadi teman yang suportif dan penuh empati.

Pemaparan ini bertujuan untuk menanamkan nilai inklusivitas sejak dini, sehingga siswa mampu menghargai perbedaan dan menciptakan lingkungan pertemanan yang positif.

Untuk memperdalam pemahaman, siswa juga diajak menonton video yang menggambarkan sudut pandang anak autisme. Kegiatan ini memberikan pengalaman reflektif, membantu siswa memahami tantangan yang mungkin dihadapi oleh anak dengan autisme dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya itu, suasana semakin seru dengan permainan “Tebak Siapa Dia”, di mana siswa belajar mengenali ciri-ciri anak autisme melalui pendekatan yang menyenangkan. Permainan ini menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menguatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.

Pada sesi praktik, siswa dibagi berdasarkan jenjang. Anak PG-TK membuat karya buku mewarnai bertema autisme serta kegiatan finger print sebagai bentuk ekspresi kreatif mereka. Sementara itu, siswa SD membuat buku sederhana yang berisi gambar dan tulisan tentang ciri-ciri anak autisme. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa sekaligus melatih kemampuan literasi mereka.

Guru inklusi Sekolah Alam Bosowa, Rahmah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan nilai empati dan pemahaman sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya memahami apa itu autisme, tetapi juga belajar bagaimana bersikap sebagai teman yang suportif” ucapnya.

Dengan pendekatan literasi dan aktivitas kreatif, anak-anak lebih mudah menyerap nilai empati dan inklusivitas.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Sekolah Alam Bosowa berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dapat berkembang sesuai potensinya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version