Indeks
News  

Satu-Satunya di Indonesia Timur, RSAL Jala Ammari Jadi Pusat Terapi Hiperbarik Modern

Satu-Satunya di Indonesia Timur, RSAL Jala Ammari Jadi Pusat Terapi Hiperbarik Modern
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat Merasakan Hiperbarik Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Makassar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Makassar menorehkan sejarah baru sebagai pusat terapi hiperbarik modern pertama dan satu-satunya di Indonesia Timur.

Fasilitas berteknologi tinggi ini diresmikan melalui kegiatan penyematan Brevet Kehormatan Hiperbarik oleh TNI Angkatan Laut, yang turut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), dan sejumlah pejabat daerah, Selasa (11/11).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VI (Koarmada VI), Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, turut merasakan langsung pengalaman terapi hiperbarik di dalam Hiperbarik Chamber Haux Starmed, fasilitas medis berteknologi tinggi yang menjadi kebanggaan RSAL Jala Ammari.

Selama satu jam, keduanya menjalani simulasi terapi tekanan udara tinggi, yang biasa digunakan untuk penyelam dan pasien dengan gangguan oksigenasi jaringan tubuh. Pengalaman ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan militer dalam mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi di Kota Makassar.

“Ini pengalaman luar biasa dan membanggakan. Kita patut bersyukur karena di Makassar sudah ada fasilitas kesehatan sekelas internasional seperti yang dimiliki RSAL Jala Ammari,” ujar Appi usai menjalani terapi.

Appi menilai keberadaan fasilitas hiperbarik ini bukan hanya kebanggaan bagi TNI AL, tetapi juga kontribusi strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

Terapi hiperbarik, yang dilakukan di ruang bertekanan tinggi dengan suplai oksigen murni, kini diakui dunia medis sebagai terapi pendukung efektif untuk penyelam, pasien luka kronis, dan pemulihan pascaoperasi.

“Terapi hiperbarik ini tidak hanya untuk kedokteran militer atau penyelaman, tetapi juga sangat baik untuk pencegahan dan pemulihan kesehatan masyarakat. Saya mengajak warga Makassar untuk memanfaatkan fasilitas ini,” ungkapnya.

Menurut Appi, hadirnya teknologi medis canggih ini menandai kesiapan Makassar menuju kota dengan layanan kesehatan modern berstandar internasional. Ia juga menyebut bahwa inovasi seperti terapi hiperbarik dapat menjadi model integrasi fasilitas militer ke dalam ekosistem layanan kesehatan sipil di daerah.

Kegiatan penyematan brevet diawali dengan paparan ilmiah dari Kepala RSAL Jala Ammari Koarmada VI, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, (K). Dalam penjelasannya, dr. Suhadi memaparkan bahwa teknologi hiperbarik kini telah menjadi bagian penting dari sistem kesehatan militer global, sekaligus dikembangkan sebagai layanan publik berteknologi tinggi di Indonesia Timur.

RSAL Jala Ammari menjadi rumah sakit militer pertama di kawasan timur yang memiliki ruang terapi hiperbarik dengan sistem ‘one room, one patient’, memastikan setiap pasien mendapat privasi dan keamanan penuh selama terapi berlangsung.

Seluruh ruang perawatan dirancang dengan standar keselamatan internasional, serta dilengkapi perangkat digital pemantauan tekanan dan oksigenisasi tubuh.

Selain fasilitas canggih, layanan hiperbarik di RSAL Jala Ammari juga didukung oleh tim dokter dan tenaga medis tersertifikasi internasional, menjadikannya pusat terapi modern unggulan di wilayah timur Indonesia.

Kolaborasi antara Pemkot Makassar dan TNI AL dalam pengembangan fasilitas hiperbarik ini menandai era baru layanan kesehatan di kawasan timur Indonesia. Keberadaan RSAL Jala Ammari sebagai pusat terapi hiperbarik modern tidak hanya bermanfaat bagi prajurit dan penyelam, tetapi juga membuka akses bagi masyarakat sipil untuk mendapatkan terapi medis berstandar internasional.

Appi menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus memperluas kerja sama dengan TNI AL dan lembaga kesehatan lainnya untuk mendukung program Makassar Sehat dan Cerdas, yang menjadi salah satu prioritas visi pemerintahannya.

“Kami ingin Makassar dikenal bukan hanya sebagai kota cerdas, tapi juga sebagai kota sehat dengan layanan medis terbaik. Fasilitas hiperbarik ini salah satu buktinya,” ujarnya.

Sementara itu, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa penganugerahan Brevet Kehormatan Hiperbarik kepada Wali Kota Makassar merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pemkot dalam memperkuat sektor kesehatan di tingkat lokal.

“Kesehatan maritim bukan hanya milik prajurit laut, tetapi bagian dari kekuatan bangsa. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kita membangun ketahanan kesehatan yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Laksamana Andi juga memuji langkah cepat Wali Kota Makassar dalam mengintegrasikan fasilitas militer ke dalam jaringan pelayanan publik kota.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi model nasional dalam memperkuat kapasitas daerah di bidang kesehatan penyelaman dan keselamatan maritim.

“Wali Kota Makassar menunjukkan komitmen nyata terhadap inovasi kesehatan. Kolaborasi ini memperkuat kemampuan nasional dalam pelayanan kesehatan maritim dan terapi hiperbarik,” tambahnya.

Dengan beroperasinya fasilitas hiperbarik di RSAL Jala Ammari, Makassar kini menjadi pusat rujukan terapi hiperbarik di Indonesia Timur.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota pelayanan kesehatan unggulan, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia bagian timur.

Sinergi antara TNI AL dan Pemkot Makassar menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan terobosan nyata sebuah komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berteknologi tinggi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan fasilitas ini, RSAL Jala Ammari bukan sekadar rumah sakit militer, tetapi juga ikon kemajuan kesehatan modern Makassar, simbol sinergi militer-sipil dalam membangun ketahanan kesehatan bangsa.

error: Content is protected !!
Exit mobile version