KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Jeneponto terus mematangkan kesiapan jelang pelaksanaan pengukuran ulang stunting secara serentak.
Langkah ini ditandai dengan dibukanya Pelatihan dan Pembinaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Ketua Kader Posyandu se-Kabupaten Jeneponto oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (9/6).
Kegiatan berskala besar ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanty A. Mansyur,0Kepala Dinas P2KB Kabupaten Jeneponto Dr. St. Meriam.
Pelatihan ini diikuti oleh total 1.528 peserta yang terdiri atas 927 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan 602 Ketua Kader Posyandu. Mengingat jumlahnya yang masif, metode pelaksanaan digelar secara hibrida; sebanyak 200 peserta TPK hadir secara luring di Ruang Pola, sementara 727 peserta TPK lainnya beserta seluruh Ketua Kader Posyandu menyimak secara daring melalui Zoom Meeting.
Agenda ini digelar sebagai persiapan matang sebelum pelaksanaan pengukuran ulang (remeasurement) secara serentak terhadap sasaran balita stunting dan Keluarga Risiko Stunting (KRS) di bumi Turatea. Tujuannya adalah mendongkrak kapasitas para kader di lapangan agar mampu melakukan pengukuran yang presisi dan sesuai standar baku.
Selain itu, pembinaan ini menjadi bagian integral dari implementasi aksi perubahan GESIT DATA PRESISI (Gerakan Sistemik Integrasi Validasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting untuk Kebijakan Presisi) yang diinisiasi oleh Kepala Dinas P2KB Jeneponto.
Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menggarisbawahi bahwa validitas data lapangan adalah hulu dari keberhasilan program pengentasan stunting.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, saya berharap seluruh Tim Pendamping Keluarga dan kader Posyandu dapat menjalankan tugas dengan baik serta mengikuti prosedur pengukuran yang telah ditetapkan agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” tegas Paris Yasir.
Bupati juga menyempatkan diri memberikan apresiasi tinggi kepada TPK dan kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan sekaligus ujung tombak pemerintah dalam mendampingi masyarakat.
Suasana pelatihan terasa hidup saat Bupati membuka sesi dialog dan tanya jawab langsung. Paris Yasir mendengarkan keluh kesah, kendala teknis, hingga masukan berharga dari para kader yang bersentuhan langsung dengan dinamika pendataan dan edukasi di lapangan.
Tercatat ada sekitar 15 peserta yang menyampaikan aspirasi mereka. Masukan-masukan tersebut langsung direspons serius oleh Bupati sebagai bahan evaluasi berkala demi menyempurnakan program percepatan penurunan stunting ke depan.
Melalui komitmen bersama ini, Pemkab Jeneponto berharap gerakan validasi data dan pengukuran ulang serentak yang dijadwalkan bergulir pada 17 Juni 2026 nanti dapat berjalan sukses dan melahirkan basis data yang presisi demi mencetak generasi Jeneponto yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.














