kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

RSUD Jeneponto Diduga Lambat Tangani Pasien, Ibu dan Bayi Meninggal Dunia

KabarSelatan. id — Seorang pasien yang ingin melahirkan bayinya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Senin (3/10) kamarin.

Meninggalnya pasien diduga akibat Pihak Rumah Sakit Latopas telat memberikan penanganan medis. Akibatnya, Ibu dan  bayi-nya ini meninggal dunia.

Menurut orang tua pasien, anak dan cucunya meninggal akibat keberadaan dokter kandungan yang menangani tak ada dilokasi.

"Perawat bilang dokter saat ini sedang berada di Makassar. Dan jawabannya hanya tunggu dulu, tunggu dulu," ucap Indar Rewa. 

Sehingga ia pun berinisiatif meminta pihak Rumah Sakit untuk memberikan rujukan ke Rumah Sakit lainnya. Tetapi pihak rumah sakit hanya sekedar berjanji.

"Dokter Hariyadi juga hanya menyuruh menunggu. Tunggu, tunggu baru dia masih di Makassar. Dia yang ditunggu untuk meminta mau dirujuk kemana," jelasnya.

" Karena kita dikasi rujukan tidak ada ketentuan mau dirujuk kemana," tambahnya.

Alhasil, pasien bernama Indah Sari dan  bayinya dinyatakan meninggal dunia. 

"Rencananya anak saya mau disesar tetapi di rumah sakit tidak ada yang standby. Jadi telat ditangani. Jadi meninggal," terangnya.

Ia menerangkan bahwa kondisi anaknya sebelum dirawat memang dalam kondisi kurang sehat.

"Kondisinya memang kurang sehat saat dibawa kerumah sakit. Begitu sampai kerumah sakit lambat ditangani. Ya. Infus-nya saja belum diganti," terang Indar.

Sehingga pihaknya tidak menerima jika pihak rumah sakit sejauh ini hanya memberikan pelayanan yang sangat minim.

"Saya tidak terima kalau begitu caranya. Biarpun bagaimana kalau begitu cara penanganannya pasti tidak bisa hidup," tukasnya.

Sementara Humas RSUD Lanto Daeng Pasewang, Jamila membantah hal tersebut. Menurutnya, penanganan kepada pasien yang bernama Indah Sari telah dijalankan sesuai prosedur 

"Kalau itu tidak ditindaki kami klarifikasi itu tidak benar karena pasien itu sudah kita tindaki sampai ke ICU," ucapnya, 

"Kecuali pasiennya tidak bergerak dari IGD. Tapi kami tindaki ke ICU dan terpasang Ventilator," tegas Mila 

Pada saat pasien masuk, dokter yang menangani itu adalah dokter Chintya.

"Kami sudah tindaki pasien saat masuk sekitar pukul 01.58 wita di IGD dengan diagnosis Ecclamsia begitu masuk dilapor pihak DPJP sama dokter Hariadi memang sudah menginstruksikan untuk dirujuk tapi sampai pagi belum ada respon rumah sakit yang berada di Makassar," cetusnya.

Saat pasien masuk, kondisi Indah Sari memang sudah sesak.

" Kalau dari Humas hanya mendengar, cuman kalau infonya dari dokter dengan perawat jaga memang sudah sesak dan mungkin harus penanganan yang lebih lanjut," katanya.

Terkait kendalanya sendiri, Mila mengaku bahwa keberadaan dokter memang tak ada dilokasi.

"Itu karena mungkin penanganannya harus lebih lanjut karena mungkin DPJP masih di Makassar ya karena masih hari Minggu," akunya.

Selain itu, Indah Sari juga di diagnosis dengan penyakit lain 

"Pasien mengalami Pneumonia dan diagnosis Ecclamsia yang tidak bisa ditangani di Lanto Daeng Pasewang. Ada muntahnya itu tidak keluar karena masuk ke paru-paru juga," tutup Jamilah.

error: Content is protected !!